Suharto Yinata Marah-Marah di Rapat Paripurna, Sebut Banyak Proyek Bermasalah

Anggota Fraksi PHP DPRD Banggai, Suharto Yinata. (Foto: Sofyan Labolo)

Luwuk, LUWUK TIMES— Rapat paripurna laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2019 di kantor DPRD Banggai diwarnai insiden, Senin (20/07/2020). Anggota Fraksi PKB, Hanura dan Perindo (PHP) DPRD Banggai, Suharto Yinata marah-marah.

Pada rapat yang dipimpin Ketua DPRD Suprapto dan dihadiri Bupati Banggai, Herwin Yatim, politisi Partai Hanura ini menyebut banyak proyek di tahun anggaran sebelumnya bermasalah.

Keberangan Ato-sapaannya anggota dewan dua periode ini, berangkat dari tidak adanya fraksi yang menggunakan pandangan akhir fraksinya. Dia pun menyesalkan sikap tersebut.

“Minta maaf. Kenapa tidak ada kritikan lewat pandangan akhir fraksi. Padahal banyak pembangunan bermasalah di tahun anggaran 2019,” tegas Ato.

Dia mencontohkan pembangunan bermasalah itu pada sejumlah desa di Kecamatan Luwuk Timur, yang notabene dapilnya di pemilu legislatif.

 

Baca juga: OPD Programkan Pekerjaan Fisik di 2021, Diwarning Fraksi PAN

 

“Awalnya disebut pembuatan jalan baru. Tapi tertuang di papan proyek peningkatan jalan Molino, Bukit Mulia dan Boitan. Faktanya ada di bukit Tandalo wilayah desa Molino. Padahal hasil reses saya, aspirasi itu berasal dari tiga desa tadi,” kata Ato.

Begitu pula proyek air bersih. Realisasinya di bukit Tandalo. Sementara warga desa Bukit Mulia yang mengusulkan.

Tidak itu saja yang dibeber Ato saat ditemui para wartawan di ruang lobi kantor dewan. Proyek pembangunan pasar pada sejumlah kecamatan juga terlambat. “Mulai dari Moilong, Toili Barat dan Pagimana. Pembangunan pasar terlambat. Apalagi pembangunan RSU. Campurannya 1 kali banyak. Kasihan Kabupaten Banggai,” kata Ato.

Bahkan Ato kembali mempertegas pernyataan yang sebelumnya disampaikannya di ruang rapat paripurna DPRD. Kata dia, banyaknya proyek bermasalah, lantaran 1 kontraktor mengerjakan tiga paket. Akibatnya, selain kualitas tak baik juga terlambat.

Ironisnya lagi, kontraktor yang mengerjakan proyek itu berasal dari luar Kabupaten Banggai. “Semua luar kabupaten. Atau memang sengaja dimatikan kontraktor lokal,” tandas dia. *

 

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: