Refocusing Tahap IV, Suprapto: Ini Pelemahan Legislatif, Bali: APBD Kita Kolaps

Rapat dengar pendapat DPRD dan BPKAD Kabupaten Banggai, Selasa 9 Juni 2020. (FOTO: SOFYAN LABOLO/LUWUKTIMES.COM)


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Ketua DPRD Banggai, Suprapto mengatakan, refocusing Covid-19 Kabupaten Banggai tahap IV tidak melibatkan dewan. Bahkan politisi PDIP ini menyebut pergeseran anggaran yang melampaui kewenangan itu sebagai bentuk pelemahan lembaga legislatif.


“Atas nama Ketua DPRD Banggai saya keberatan terhadap pergeseran anggaran ini. Secara politik ini pelemahan bagi lembaga legislatif,” kata Suprapto pada rapat dengar pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua Komisi 3 DPRD Banggai, Fuad Muid Selasa (09/06/2020).


Dengan pemangkasan ini sambung Suprapto, DPRD tidak bisa berbuat apa apa. Sebab keuangan dewan dibawah nadir.


Suprapto berharap, status rapat komisi hari ini dapat dinaikkan menjadi rapat badan anggaran (Banggar) dan tim anggaran pemerintah daerah (TPAD).


Sebelumnya Fuad Muid berujar, pemotongan anggaran bagi dewan ini dilakukan secara sepihak. Bahkan pertegas Fuad, hal ini sama dengan membunuh secara berlahan lembaga legislatif.


“Ini sudah sangat keterlaluan. Sama dengan membunuh secara halus dewan,” kata Fuad.


Mestinya sambung kader banteng moncong putih ini, pergeseran anggaran tahap IV belum dapat dilaksanakan, sebelum ada laporan Pertanggungjawaban tahap sebelumnya.


“Kami butuh laporan penggunaan anggaran refocusing tahap I, II dan III. Mestinya itu dulu dikakukan baru lakukan pergeseran,” kata Fuad.



Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banggai, Samsulbahri Mang berpendapat, APBD Banggai sudah diambang kehancuran. Bayangkan saja ini baru triwulan II, kondisi keuangan sudah goyang. Bagaimana ketika Covid 19 sampai dengan Desember.


“Kalau begini gambarannya sudah kolaps APBD kita,” kata Bali Mang.


Kegiatan yang dihadiri Kepala BPKAD Kabupaten Banggai, Marsidin Ribangka itu sempat diskorsing pukul 10.40 wita. Itu karena ada dokumen pergeseran yang masih diperbanyak. *


Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: