DPRD Banggai Panggil PDAM Terkait Penggunaan Dana Penyertaan Modal Rp. 9 Miliar

Ketua DPRD Banggai, Suprapto (kiri) saat diskusi lepas dengan para wartawan di kantin DPRD Banggai, Rabu (01/07/2020). (Foto: Sofyan Labolo)

Luwuk, LUWUK TIMES— Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Banggai mendapat suntikan penyertaan modal dari APBD selama tiga tahun anggaran secara bertutur-turut. Tapi tidak ada output yang terlihat dari kucuran anggaran sebesar Rp9 miliar tersebut.

Alasan itulah sehingga DPRD Banggai berencana mengundang PDAM untuk rapat dengar pendapat (RDP).

Ketua DPRD Banggai Suprapto kepada sejumlah media di kantin Aspirasi DPRD Banggai, Rabu (01/07/2020) mengatakan, sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2019, PDAM Banggai mendapat kucuran anggaran melalui APBD. “Setiap tahun anggaran Rp3 miliar. Jadi total anggarannya Rp9 miliar,” kata Suprapto.

Akan tetapi sambung Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Banggai ini, belum ada output yang signifikan terlihat lewat penyertaan modal tersebut.
Padahal sambung mantan Ketua Komisi 2 DPRD Banggai ini, harapan atau tujuan dikucurkannya dana tersebut agar pelayanan salah satu perusahaan plat merah itu lebih maksimal kepada masyarakat.
Kenyataan di lapangan, masih banyak warga yang mengeluh tentang tidak lancarnya pelayanan air bersih.

“Ada dua kecamatan dalam kota yang kerap mengeluhkan air bersih, yakni Kecamatan Luwuk Selatan dan Kecamatan Luwuk Utara,” kata Suprapto.

 

Baca juga: Tumpukkan Sampah di Teluk Lalong tak Dibersihkan dapat Merusak Ikon Kota Luwuk

 

Legislator lalong tiga periode ini mengaku pekan lalu telah mengundang Direktur PDAM untuk mempertanyakan realisasi penggunaan penyertaan modal tersebut. Jawaban yang bersangkutan kata Suprapto, anggaran itu digunakan untuk perbaikan jaringan. Bahkan ada rencana PDAM menaikkan tarif dasar air (TDA).

Menyangkut rencana kenaikan TDA, bagi Suprapto cukup dilematis. Pasalnya, PDAM butuh tambahan anggaran operasional dan lainnya, tapi disisi lain pelanggan sangat mendesak terkait pelayanan.

Soal itu, Suprapto menawarkan solusi, “boleh tarif dinaikkan, tapi bertahap. Tidak bisa dari Rp700 per kubik naik menjadi Rp2.100 per kubik”.

Menyangkut rencana RDP, Suprapto tetap pada pendirian awalnya. “Komisi 3 yang akan menggelar RDP. Sudah pasti akan diminta penjelasan tentang pemanfaatan dana penyertaan modal sebesar Rp9 miliar,” tutup politisi yang karib disapa Prapto ini. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: