Dana Refocusing Covid-19 Rp. 5 Miliar belum Dinikmati Petani

Komisi 2 DPRD Banggai menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Selasa (02/06/2020). (Foto: Istimewa)


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Dana refocusing covid-19 yang dialokasikan kepada Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai sebesar Rp5 miliar, rupanya belum nikmati petani. Fakta itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dilaksanakan Komisi 2 DPRD Banggai, Selasa (02/06/2020).

Ketua Komisi 2 DPRD Banggai, Sukri Djalumang yang ditemui usai memimpin RDP berujar, anggaran refocusing yang diperuntukkan kepada Dinas TPHP sebesar Rp5 miliar. Dengan rincian, Rp4,6 miliar untuk pengadaan pupuk NPK para petani sawah serta Rp300 juta lebih untuk bibit bawang, rica dan tomat di 23 kecamatan.

Akan tetapi lanjut politikus Partai NasDem Banggai ini, sekalipun data tentang warga penerima manfaat sudah ada, namun pupuk dan bibit tersebut belum dapat tersalurkan kepada masyarakat.

Dalam RDP yang dihadiri Sekretaris Dinas, para Kepala Bidang dan PPK Dinas TPHP itu terungkap bahwa anggarannya belum dapat dicairkan. “Padahal sejak April sudah diusulkan. Tapi hingga kini anggarannya belum cari dari keuangan,” kata Sukri.

Keterlambatan ini tentu saja sambung Sukri membuat petani menjadi resah. Sebab bantuan bibit dan pupuk itu sudah sangat dibutuhkan mereka. Dan kalaupun baru dapat disalurkan satu atau dua bulan kedepan, maka akan percuma. Alasan Sukri, karena sudah masuk musim tanam.


Baca juga: 12 Anggota DPRD Banggai belum di Rapid Test, Suprapto: Akan Diagendakan Kembali


“Semisal petani di Kecamatan Masama. Satu atau dua bulan kedepan sudah musim tanam. Harapan kami di dewan, segera dicairkan anggarannya, sehingga secepatnya diadakan bibit dan pupuk bagi 5.800 petani di daerah ini,” kata Sukri.

RDP masih akan berlanjut besok. Rencananya, Komisi 2 mengundang Dinas PUPR, Diperkimtan, Ketahanan Pangan, Disperindag, serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banggai. “Agendanya sama, tentang realisasi dana refocusing covid-19,” tutup Sukri. *

Pewarta: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: