Dana Kapitasi tak Dibayar Bisa Berimbas Aksi Mogok Para Medis

Suparno


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Sekretaris Komisi 1 DPRD Banggai, Suparno menilai, apabila dana kapitasi dan nonkapitasi tidak segera dibayarkan pemerintah, maka bisa berimbas pada aksi mogok para medis yang berada di Puskesmas.

“Iya, bisa terjadi seperti itu. Karena hak para medis tidak dibayar, maka akan ada aksi mogok. Dan warning itu sempat dilontarkan para medis,” kata Suparno kepada Luwuktimes.com di kantor DPRD Banggai, Jumat (05/06/2020).

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai, Komisi 1 telah merekomendasikan agar dana kapitasi dan nonkapitasi dianggarkan melalui APBD-P tahun anggaran 2020.


Baca juga: “Jangan Sampai Dana Kapitasi Rp 8 M Tinggal Buku, Fisiknya Nol”


“Kita akan kawal sampai di ABT,” kata politikus Partai NasDem ini.

Bagaimana ketika tidak mendapat lampu hijau Pemda? Suparno kembali berujar, itu merupakan tanggungjawab Dinkes. Ketika tidak bisa dialokasikan di ABT, maka bukan mustahil para medis yang bertugas di Puskesmas tidak akan melayani pasien.

“Tentu saja harapan kami jangan sampai ada aksi mogok para medis,” ucap Suparno. *

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: