BPJS Cairkan Nonkapitasi, Para Kapus Mengaku belum Menerima, Mengalir Kemana Dananya?

Para kepala Puskesmas se Kabupaten Banggai yang hadir pada RDP Komisi 3 DPRD Banggai, Selasa (30/06/2020). (Foto: Sofyan Labolo)

Luwuk, LUWUK TIMES— Ada yang rancu terhadap dana nonkapitasi dan kapitasi. Meski Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Banggai telah mencairkan anggarannya sejak tahun 2017 sampai dengan 2020, namun para kepala Puskesmas (Kapus) se Kabupaten Banggai mengaku belum menerimanya. Mengalir kemana dananya? Fakta itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di kantor DPRD Banggai, Selasa (30/06/2020).

Dihadapan Ketua Komisi 3 DPRD Banggai, Fuad Muid yang memimpin RDP, Kepala BPJS Kabupaten Banggai Arif Sugiarto mengaku sudah mencairkan dana nonkapitasi melalui rekening Puskesmas. “Sampai di Puskesmas tidak ada kendala. Karena dana nonkapitasi sudah kami bayarkan,” kata Arif.

Dia pun merincikan transfer anggaran tersebut. Di tahun 2017, BPJS telah membayarkan nonkapitasi sebesar Rp1,9 miliar lebih. Di tahun 2018 juga telah ditunaikan Rp3,3 miliar lebih. Begitu pula di tahun 2019 sebesar Rp3,9 miliar lebih.

“Masih ada nonkapitasi kami bayar Rp5 juta an di dua Puskesmas. Dan baru dibayar kemarin,” kata Arif. Sedang di tahun 2020 nonkapitasi dibayarkan Rp505 juta lebih. Sementara kata Arif, Rp181 juta lebih belum dibayarkan, karena masih dalam proses.

Sementara itu, para Kapus mengaku sejak tahun 2017 sampai dengan tahun ini belum secara utuh menerima dana nonkapitasi.

Kapus Toili III Kecamatan Toili Barat mengatakan, nonkapitasi dan operasional di tahun 2019 triwulan III belum dibayar. Di tahun 2018 yang belum dibayar Rp236 juta lebih. Jangankan nonkapitasi. Dana kapitasi saja masih ada yang belum dibayarkan.

 

Baca juga: RDP Komisi 3 Diskorsing, Fuad Muid Perintahkan Satpol PP Jemput Kepala BPKAD dan Direktur RSUD

 

Dia mengaku, BPJS telah mentrasfer dana itu ke rekening Puskesmas. Tapi mengapa tidak bisa diambil. “BPJS sudah dikirim ke rekening Puskesmas. Itu susah kami ambil. Padahal itu uang kami,” tanya Kapus Toili III.

Kapus Tangeban juga senada. Tahun 2017 jasa hak Puskesmas Rp7 juta lebih belum terbayar. Tahun 2018 Rp 280 juta yang belum diterima. Di tahun 2019 ada Rp439 juta lebih nonkapitasi yang belum dibayar. “Total nonkapitasi dan kapitasi yang belum dibayar Rp964 juta lebih,” kata dia.

Kapus Kampung Baru mengatakan, BPJS komitmen. Setiap klem Puskesmas BPJS tetap mentrasfernya. Tapi anehnya, puskesmas tidak bisa menerimanya. Dia menilai, apakah kondisi ini terjadi lantaran kurangnya pagu yang dialokasikan kepada Dinas Kesehatan atau memang saldo Pemda Banggai nihil.

Yang jelas sambung dia, nasib semua puskesmas sama. Jangankan dana kapitasi, nonkapitasi saja tidak terbayarkan secara utuh.

Jika sebagian besar puskesmas dana kapitasi dan nonkapitasi belum terbayarkan sejak tahun 2017, tapi berbeda dengan Puskesmas Bunta. Menurut Kapusnya, hak mereka tersebut belum terbayar sejak tahun 2016. “Kalau kami sejak 2016 belum terbayarkan,” ucap Kapus Bunta.

Keluhan para Kapus itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Anang S. Otoluwa.

“Laporan para Kapus itu benar. Ada Rp5,2 miliar dana nonkapitasi yang sudah ditransfer BPJS ke rekening puskesmas. Cuma kapan dibayarkan. Itu yang menjadi pertanyaan,” kata Anang. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: