Berniat Nyaleg DPRD Sulteng, ID: PAN Butuh Kaderisasi di DPRD Banggai

Anggota DPRD Banggai, Ibrahim Darise. (Foto: Sofyan Labolo)

Luwuk, LUWUK TIMES— Ibrahim Darise (ID) berniat kembali menjadi calon legislatif (caleg) di pemilu legislatif 2024. Bukan lagi di DPRD Banggai. Tapi Ketua DPD PAN Kabupaten Banggai akan berkompetisi di DPRD Sulteng melalui daerah pemilihan (dapil) IV yakni mencakup Kabupaten Banggai, Bangkep dan Balut.

Kepada sejumlah wartawan di ruang Fraksi PAN DPRD Banggai, Senin (13/07/2020), ID menjelaskan alasannya sehingga harus naik kelas tersebut.

“Cuma satu tujuan saya, yakni tercipta kaderisasi PAN di DPRD Banggai, utamanya dari dapil II Kabupaten Banggai,” kata ID.

Dari 35 legislator lalong, ID termasuk paling senior. Menjabat sebagai wakil rakyat, ID sudah memasuki periode keempat. “Sudah cukup lama. Sehingga terjadi antrean kader di lembaga legislatif,” ucap ID.

Memang lanjut Ketua Fraksi PAN DPRD Banggai ini, aturan diinternal partainya tidak memberi batasan periodeisasi. “Terserah sampai berapa periode duduk di DPRD. Karena memang tidak ada pembatasan periodesasi bagi kader PAN,” kata ID.

 

Baca juga: PDIP Sulteng Dalami Kasus Banggai, Lasnardi: Daerah tak Bermasalah Bulan ini Keluar Rekom

 

Pola itu bagi ID tidak efisien dalam menciptakan kaderisasi di parlemen. Sehingga dia pun berinisiatif akan naik satu level pada pencalegkan mendatang.

Bagi ID, keputusan yang akan diambilnya itu perlu kajian dan perhitungan matang. Sebab jangan sampai setelah nyaleg di DPRD Sulteng, lantas di dapil II yang meliputi kecamatan Pagimana, Lobu, Simpang Raya, Bualemo, Bunta dan Nuhon tak ada kursi untuk PAN.

Hitungan ID ini cukup rasional. Karena pengalaman di pemilu legislatif 2019, ID tampil single fighter alias dari semua caleg PAN di dapil II tidak mengantongi perolehan suara signifikan.

Bukan berarti itu yang akan mengganjal niat ID untuk tampil di pileg DPRD Sulteng mendatang. Dengan range waktu yang masih cukup panjang, ID segera mempersiapkan caleg PAN dari dapilnya yang mumpuni.

“Prinsip saya, setelah naik di DPRD Sulteng, maka dapil yang saya tinggalkan harus ada pengganti kursinya,” kata politisi yang duduk di DPRD Banggai ini sejak pileg 2004 lalu. *

 

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: