Bantuan Sosial dan Dana Hibah jadi Solusi untuk Anggaran DPRD yang Devisit

Kepala BPKAD Kabupaten Banggai, Marsidin Ribangka (paling kanan) hadir pada RDP bersama Komisi 3 DPRD Banggai, Selasa (09/06/2020) kemarin. (FOTO: SOFYAN LABOLO/LUWUK POST)


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Usulan Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Banggai, Marsidin Ribangka agar anggaran refocusing yang belum terpakai sebesar Rp. 20 miliar dapat dievaluasi untuk menangani divisit anggaran dewan, tidak mendapat respon kalangan legislator.

Meski tidak memberi lampu hijau atas saran tadi, namun anggota Komisi 3 DPRD Banggai, Irwanto Kulap memberikan usulan alternatif lainnya.

Kepada Luwuktimes.com Rabu (10/06/2020) mengatakan, anggaran refocusing untuk penanganan covid-19 sudah disepakati eksekutif dan legislatif sebesar Rp. 31,6 miliar. “Kan kita sudah tetapkan sejak awal di bulan Maret anggaran refocusing. Dan angka Rp. 31,6 miliar sudah disepakati bersama,” kata Irwanto.

Terkait dengan anggaran yang belum terealisasi sebesar Rp. 20 miliar lanjut dia, sangat memungkinkan dapat digunakan pada dua bulan kedepan. “Bisa saja dana Rp. 10 miliar yang sudah terpakai itu untuk bulan pertama. Karena anggaran Rp. 31,6 miliar itu diestimasi digunakan selama tiga bulan.


Baca juga: Anggaran DPRD Devisit, Irwanto Kulap Sepakat Kantor Dewan Ditutup


“Yang saya kuatirkan, jangan sampai sisa anggaran Rp. 20 miliar dari Rp. 31,6 miliar kita evaluasi lagi ternyata menjadi blunder di masyarakat,” kata Irwanto.

Sebaiknya saran Irwanto, untuk mengembalikan dana operasional dewan bisa diambil dari bantuan sosial Rp. 6 miliar. Sebab bantuan itu diporsikan kepada warga miskin yang terdampak corona. Lagi pula kita ketahui bersama bahwa ada bantuan dari pusat, provinsi juga refocusing pemerintah desa. “Jangan sampai tumpeng tindih sasaran bantuannya,” jelas dia.

Tawaran Wanto kedua yakni dana hibah sebesar Rp. 70 miliar. Anggaran yang dialokasikan kepada KPU, Bawaslu serta aparat keamanan itu tertera dalam dokumen sebesar Rp. 89 miliar. Itu menggambarkan ada kelebihan Rp. 19 miliar yang diporsikan kepada sejumlah organisasi, diantaranya KONI, Pramuka, PMI dan rumah ibadah.

Bagi Wanto item ini yang bisa dirasionalisasikan untuk menutup devisit anggaran di DPRD, sehingga dapat menjalankan tugas, pokok dan fungsinya. *

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: