Bakal Bersaing dengan ID di Pileg Sulteng, Begini Kata Irwanto Kulap

Ibrahim Darise dan Irwanto Kulap

Luwuk, LUWUK TIMES— Pemilu legislatif (pileg) 2024 masih cukup jauh. Dari sekarang sekitar empat tahun lagi. Meski begitu, wacana itu mulai menggelinding.

Di DPRD Banggai, tak hanya Ketua DPD PAN Kabupaten Banggai, Ibrahim Darise alias ID yang berniat maju sebagai caleg DPRD Sulteng. Keinginan serupa juga datang dari fungsionaris DPD Partai Golkar Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap alias IK. Bahkan planning politik Sekretaris Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Banggai ini jauh hari sebelumnya sudah pernah disampaikannya.

Walaupun masih sebatas niatan, namun ada yang menarik terhadap obsesi “naik kelas” oleh kedua politikus beda partai politik (parpol) tersebut. Uniknya, baik ID maupun IK sama-sama legislator lalong yang lahir dari dapil II.

Ketika resmi berkompetisi sebagai calon DPRD Sulteng, maka cakupan wilayah garapan konstituen akan lebih luas, dibanding nyaleg di DPRD Banggai. Tapi khusus di dapil II yang meliputi Kecamatan Pagimana, Lobu, Bualemo, Bunta, Nuhon dan Simpang Raya, dipastikan ID dan IK akan bersaing ketat dalam mencari simpatik pemilih.

 

Baca juga: Berniat Nyaleg DPRD Sulteng, ID: PAN Butuh Kaderisasi di DPRD Banggai

 

Terhadap kompetisi yang bakal terjadi itu, IK kepada Luwuk Times di kantin aspirasi DPRD Banggai, Selasa (14/07/2020) mengatakan, awalnya semua tergantung partainya. Apakah mendapat restu untuk maju sebagai calon DPRD Sulteng atau di pileg 2024 tetap menjadi petahanan di DPRD Banggai. “Saya kira semua terpulang pada kebijakan Partai Golkar,” kata IK.

Kalau memang niatan nyaleg di DPRD Sulteng mendapat lampu hijau partai, maka IK secara tegas menyatakan siap memberikan kontribusi kursi di DPRD Sulteng lewat dapil IV Sulteng. “Jadi politisi harus optimis. Karena motto saya adalah ora et labora, kerja dan berdoa,” kata anggota Komisi 3 DPRD Banggai ini.

Terhadap ID yang akan menjadi calon rival di DPRD Sulteng, IK rupanya tak gentar. Alasan dia, sekalipun lahir dari dapil yang sama dengan wajib pilih sekitar 75 ribu, tapi konstituen berbeda. “Kami memang sama-sama dapil. Tapi pendukung berbeda. Insyallah jika resmi jadi caleg DPRD Sulteng, tidak saling ganggu,” kata IK.

Faktor kesenioritasan di parlemen, ID lebih senior dibanding IK. Begitu pula dari sisi usia. Di DPRD Banggai, ID memasuki periode keempat. Sedang IK selisih satu periode. Satu kelebihan IK. Berdasarkan data KPU Banggai pada pileg 2019, IK meraup 4.430 suara. Sedang ID 3.153 suara. Raihan itu yang membuat IK masuk lima besar perolehan suara dari 35 anggota DPRD Banggai periode 2019-2024. *

 

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: