Anggaran DPRD Devisit, Irwanto Kulap Sepakat Kantor Dewan Ditutup

Irwanto Kulap


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Refocusing anggaran covid-19 sangat berdampak terhadap kerja-kerja para anggota DPRD Banggai. Dari Rp. 26 miliar belanja langsung, kini anggaran yang tersedia untuk kegiatan di parlemen menyisahkan Rp. 1 miliar. Kondisi keuangan itu terjadi, apabila DPRD menyetujui usulan eksekutif untuk refocusing tahap selanjutnya.

Anggota Komisi 3 DPRD Banggai, Irwanto Kulap yang dimintai pendapatnya kepada Luwuktimes.com Rabu (10/06/2020) menjelaskan, untuk tahap I pemotongan anggaran di dewan sebesar Rp. 6 miliar dan tahap II Rp. 4 miliar

“Sehingga untuk refocusing DPRD ke Pemda sebesar Rp. 10 miliar dari Rp. 31,6 miliar. Ketika ditambah dengan pengurangan transfer pusat ke daerah sebesar Rp. 149 miliar sehingga menjadi Rp. 180 miliar,” kata Irwanto.


Baca juga: Refocusing Tahap IV, Suprapto: Ini Pelemahan Legislatif, Bali: APBD Kita Kolaps


Untuk tahap III, DPRD kembali merogoh kocek belanja langsungnya, yakni Rp. 5 miliar. Sehingga dari Rp. 16 miliar berkurang tinggal Rp. 11 miliar. Dan dari Rp. 11 miliar itu lanjut Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Banggai ini, DPRD telah melaksanakan sejumlah kegiatan sejak Januari-Juni dengan anggaran Rp. 10 miliar.

Nah, itu artinya kata Wanto-sapaannya, anggaran kegiatan di dewan menyisahkan Rp. 1 miliar. Lantas bagaimana dengan kegiatan enam bulan kedepan. Disaat DPRD menggagendakan hearing, turun lapangan dan lainnya.

Irwanto sepakat dengan usulan Wakil Ketua DPRD Banggai Samsulbahri Mang, ketika kondisi keuangan dibawah nadir, maka sudah sewajarnya DPRD ditutup.

“Saya mendukung usulan pak Bali Mang ditutup saja kantor dewan. Dengan begitu masyarakat tidak bisa berharap lagi pada dewan, disaat mengadukan persoalan,” kata Wanto. “Kan tidak mungkin, masyarakat datang ke kantor DPRD, kita hanya suguhkan air putih kepada meraka,” sambung Wanto. *

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: