H. Amirudin Tamoreka, Sosok Pemimpin yang Dirindukan Rakyat Kabupaten Banggai

Haji Amirudin Tamoreka saat berfose di lapangan Alun-Alun Bumi Mutiara Luwuk pada kegiatan jalan santai bersama AT, beberapa waktu lalu. (FOTO: SOFYAN LABOLO/LUWUKTIMES.COM)


(advertorial)

NAMA H. Amirudin Tamoreka, sontak melejit. Calon Bupati yang diusung Partai NasDem dan PKB ini disebut-sebut menjadi kuda hitam di Pilkada Banggai 9 Desember 2020.

Lantas siapa sebenarnya sosok pemimpin yang dirindukan rakyat Kabupaten Banggai ini? Berikut profilnya.

Haji Amir-begitu sapaannya, merupakan pengusaha muda yang lahir pada 13 Desember 1971 di Desa Toili Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai. Haji Amir, bukanlah tokoh baru di Kabupaten Banggai, karena sebagian kalangan masyarakat cukup mengenal dirinya serta kepribadiannya.

Haji Amir adalah anak dari mantan kepala Desa Toili, H. Abdul Hamid Tamoreka, yang dikenal dengan sapaan Muking. Beliau terkenal mampu menciptakan kehidupan damai dan harmonis bagi masyarakat lokal dan masyarakat transmigrasi di Toili, selama 32 tahun masa kepemimpinannya sebagai kepala desa.

Selain menjabat sebagai kepala desa, ayah Haji Amir juga sekaligus menjabat sebagai Ketua Adat Suku Ta di Toili. Sebagai anak mantan kepala desa, Haji Amir tentunya juga banyak berkecimpung dengan masyarakat yang berada di dataran Toili, sehingga keberadannya cukup dikenal oleh masyarakat.

Tidak itu saja, dari garis kekeluargaan, Haji Amir juga dikenal dekat dan baik dengan keluarganya. Tak hanya karena ada kepentingan politik saja, dia kerap membangun sulaturahmi dengan seluruh pihak keluarga, baik dari jalur ayah maupun ibu.

Ia memiliki hubungan keluarga yang luas dan tersebar di beberapa wilayah, seperti Kintom, Batui, Toili bahkan sampai ke Baturube. Sebaran keluarga yang begitu luas itu lantaran, Hj. Nurhayati H. Nur (ibunda) dari Amirudin Tamoreka adalah anak dari H. Nur Dg Mangulele, seorang pedagang dan pembeli hasil bumi dari Sinjai Sulawesi Selatan yang memang memiliki keluarga yang tersebar di beberapa wilayah tersebut.

Bahkan menurut pamannya, Alimuddin Moh. Nur, nenek Amirudin Tamoreka, Hj. Sailima Ibrahim, adalah seorang suku Saluan yang tinggal di Tangkian, wilayah Kecamatan Kintom yang memiliki keluar besar di wilayah Kecamatan Kintom, Batui, Luwuk, Pagimana dan Bunta. Bahkan sekarang keluarga mereka sudah tersebar di 23 wilayah kecamatan di Kabupaten Banggai.

Sebenarnya, jika diambil dari garis keturunan ibunya, Haji Amir adalah buyut dari Kapitan Aba – Aba, atau dikenal dengan Tangan Besi di masa penjajahan, yang saat itu sebagai Kepala Distrik dan berkedudukan di Tangkiang Kecamatan Kintom dengan wilayah kerja dari Balingara sampai ke desa Rata.

Dimasa kecilnya, Haji Amir tak pernah meninggalkan daerah Kabupaten Banggai. Ia menghabiskan usia sekolah dasar di SDN 1 Toili. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMP 1 Toili. Setelah tamat SMP 1 Toili, Haji Amir melanjutkan pendidikan di SMA 1 Luwuk, yang kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia di Makassar.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: