Dari Penjual Ikan Cakalang Hingga Bos Disejumlah Perusahaan

Heppy Yerimia Manopo

(Bagian Pertama)

MUNGKIN banyak kalangan yang tidak tahu, jika Heppy Yerimia Manopo (HYM) hidup dari keluarga ekonomi yang jauh dari kemapanan. Tapi siapa sangka, lewat kerja kerasnya, kini dia sukses di tanah orang. Dari penjual ikan cakalang menjadi bos pada sejumlah perusahaan besar.

Heppy lahir di desa Boras Kecamatan Mantoh (sebelumnya Kecamatan Lamala) pada tanggal 1 Maret 1976. Di usianya 3 tahun atau di tahun 1979, dia ikut bersama orang tuanya pindah ke desa Poroan.

Heppy sempat mengenyam pendidikan di SD desa Poroan. Yang kemudian melanjutkan di SDN Inpres Lumpoknyo Kecamatan Luwuk.

Karena faktor ekonomi yang sulit, Heppy terpaksa berprofesi ganda. Selain bersekolah, dia juga menjual ikan di jalanan.

“Setiap pulang sekolah, saya berjualan ikan cakalang. Itu saya lakukan semata-mata untuk membantu ekonomi keluarga yang sulit saat itu,” kata Heppy mengenang.

Lulus dari SDN Lumpoknyo, Heppy melanjutkan di SMP Kristen Luwuk. Di tahun 1991 dia tamat di sekolah tersebut dan langsung merantau di kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

Lagi-lagi faktor ekonomi menjadi batu sandungannya. Untuk menopang studi lanjutannya itu, Heppy sambil bekerja juga mengikuti kursus komputer dan service elektronik.

“Saya juga ikut pelatihan sebagai marketing asuransi,” kata Heppy.

|| Baca juga

Tiga Parpol Pengusung B’Hapy Rapatkan Barisan

Sinyal kesuksesan pria yang akrab disapa Uyu ini mulai kencang. Lewat ilmu marketing asuransi yang ditekuninya, dari seorang agen biasa naik level menjadi Kepala Cabang termuda di tahun 2000-2004.

“Saat itu saya ditempatkan di PT. Sun Life Financial,” kata Heppy.

Di Kota Palu, naluri pebisnis pria yang mengakhiri masa lajangnya di tahun 2003 itu muncul.

Sejumlah kota di Kalimantan saat itu membutuhkan material dari Kota Palu. Peluang tersebut tidak dilewatkannya begitu saja. Heppy pun memilih resign dari perusahaan asuransi dan fokus pada bidang tersebut.

Karena itulah, Heppy memilih hijrah ke Kota Balikpapan. Terhitung sejak tahun 2007, Heppy mulai menekuni bisnis tambang batu bara sampai dengan saat ini.

“Itulah alasan saya sehingga menetap di kota Samarinda,” ucap dia.

Masih kental di benak Heppy bahwa di tahun 2015 bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu yang saat itu Walikota masih diemban Rusdi Mastura alias Bang Cudi, melalui Perusda Kota Palu yang dipimpin Supratman Andi Agtas (saat ini Ketua Baleg DPR RI), merintis proyek skala besar yaitu Palu Square Beach.

Yakni proyek reklamasi teluk Palu bekerja sama dengan konsorsium dari luar negeri. Heppy dan beberapa investor berinvestasi di proyek tersebut.

Di proyek tersebut, Heppy dipercayakan oleh para investor untuk memimpin perusahaan konsorsium tersebut. Dan saat ini, Heppy memiliki tiga perusahaan, masing-masing bergerak di bidang pertambangan batu bara, jasa pelabuhan dan agent pertamina atau distribusi bahan bakar minyak (BBM). Begitu pula di Palu, Heppy memegang jabatan strategis di pertambangan galian C.

Di pilkada Banggai yang akan dihelat 9 Desember 2020, Heppy digandeng Samsulbahri Mang. Dari sejumlah bakal pasangan calon (paslon) yang akan berkompetisi, pasangan bertagline B’Heppy Aja ini paling siap. Duet ini dipastikan diusung Partai Golkar, PAN dan Hanura. Malah kabarnya, PKB akan bergabung dalam koalisi ini.

Apa yang menjadi obsesi Heppy sehingga harus terjun ke politik praktis? Tunggu saja ulasan berikutnya. * (rdks)

bersambung

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: