Tiga Tantangan Pilkada Dimasa Pendemik Covid-19, Apa Saja Itu?

Komisioner KPU Sulteng, Sahran Raden menjadi narasumber melalui daring pada sosialisasi PKPU 5/2020 di Swiss Bell Hotel Luwuk, Senin (29/06/2020). (Foto: Sofyan Labolo)

Luwuk, LUWUK TIMES— KPU Kabupaten Banggai melaksanakan sosialisasi PKPU nomor 5/2020 tentang tahapan pemilihan kepala daerah, bertempat di Swiss Bell Hotel Luwuk, Senin (29/06/2020).

Selain perwakilan partai politik (parpol), Bawaslu hadir juga pada sosialisasi itu sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) perwakilan Pemda Banggai.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM dan Parmas KPU Sulteng, Sahran Raden menjadi narasumber tunggal melalui daring tersebut. Sahran tak hanya menjelaskan secara rinci tentang PKPU baru. Tapi pada kesempatan itu, Sahran memaparkan tentang tiga tantangan dan kekhawatiran pilkada serentak yang dilaksanakan dimasa pandemik covid-19.

 

Baca juga

Paling Lambat 14 Juli Daftar Pemilih Sudah di Tangan PPS

 

Pertama kata mantan Ketua KPU Sulteng ini, menyangkut keamanan dan keselamatan petugas atau penyelenggara pilkada. Kedua, tingkat partisipasi pemilih. Sedang ketiga, modifikasi atau pembatasan dalam pelaksanaan tahapan, yang dikhawatirkan akan menurunkan kualitas pilkada itu sendiri.

Untuk menjawab tantangan sekaligus kekhawatiran tadi sambung Sahran, semua pemangku kepentingan di pemilihan serentak untuk saling sinergi dalam melaksanakan agenda demokrasi itu dengan tetap mematuhi protokoler kesehatan covid-19.

Sahran juga menyampaikan, dalam memperbaiki kualitas pilkada ada beberapa kiat yang perlu dilakukan. Yakni sebut Sahran, menjaga integtitas penyelenggara, penguatan fungsi parpol dan menjadi pemilih kritis.

 

Baca juga

Undang Partai Politik, KPU Banggai Sosialisasi PKPU Nomor 5/2020

 

Begitu pula sambung dia, netralitas ASN, TNI/Polri tetap menjadi harga mati, menjaga kontestasi tidak adil menang kalah dalam kompetisi serta dibutuhkan peran media dalam mempublis pemilihan dengan baik.

Pilkada yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang, menjadi tantangan tersendiri bagi KPU Kabupaten Banggai. Utamanya dalam menjaga partisipasi pemilih. “Pemilu legislatif 2019, partisipasi pemilih kita sebesar 80 persen. Paling tidak di pilkada nantinya persentase itu mampu dipertahankan,” kata komisioner KPU Banggai, Alwin Palalo. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: