Tiga Kategori Pemilih, Kadarusman: 80 Persen Konstituen Memilih Karena Uang, Wah!

Ketua Permahi Provinsi Sulteng, Kadarusman Mangantjo, SH, MH. (Foto: Sofyan Labolo/Luwuktimes.com)

Luwuk, LUWUKTIMES.COM – Sedikitnya ada tiga kategori pemilih baik di pileg, pilkada maupun di pilpres. Ketiga tipe itu adalah pemilih rasional, irasional dan pemilih emosional.

Kepada Luwuktimes.com, Sabtu (29/08/2020) Ketua Permahi Provinsi Sulteng, Kadarusman Mangantjo, SH, MH menjelaskan ketiga kategori pemilih itu.

Pemilih rasional kata Kadarusman, memilih figur ataupun pasangan calon dengan melihat kualitas serta visi-misi. Kelompok pemilih yang satu ini, cenderung tidak melihat atau mengabaikan praktik politik uang.

“Mereka lebih cenderung melihat konsep pasangan calon,” kata Kadarusman.

Berbanding terbalik dengan kategori pemilih irasional. Mereka tidak melihat terhadap kemampuan atau skil, terlebih lagi visi-misi paslon. Akan tetapi cenderung memilih karena uang.

“Money piro. Itu yang kerap terlontar dari kelompok pemilih ini,” ucapnya.

Dan ketiga adalah pemilih emosional. Kelompok pemilih ini tidak melihat dari sisi konsep serta money politic. Pilihan mereka cenderung pada faktor kedekatan emosional pasangan calon.

Dari tiga pengelompokkan pemilih tadi, lebih dominan adalah pemilih lantaran uang.

“Kelompok pemilih irasional cukup signifikan. Ada sekitar 80 persen,” ucapnya.

Hal ini tentu saja menjadi pekerjaan berat bagi penyelenggara pemilu, utamanya Bawaslu Kabupaten Banggai dan jajarannya.

Untuk itu imbau Kadarusman, Bawaslu dan lembaga adhoknya harus lebih massif dalam menjawab tantangan itu. Sebab dalam setiap perhelatan pesta demokrasi, money politic bukan lagi menjadi rahasia umum. *

Baca juga: Ketua Bappilu Hanura Sulteng Sebut yang Aktif Komunikasi AT

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: