Tiga Kali tak Beruntung di Pilkada, Begini Respons Ketua PKS, PAN dan PKB

Dari kiri Ketua DPC PKB Kabupaten Banggai Syafruddin Husain, Ketua DPD PKS Kabupaten Banggai, Iswan Kurnia Hasan dan Ketua DPD PAN Kabupaten Banggai, Ibrahim Darise. (Foto: Sofyan Labolo)

Luwuk, LUWUK TIMES— Selama tiga kali perhelatan pilkada langsung di Kabupaten Banggai (2006, 2011 dan 2015), tiga partai politik (parpol) langganan kalah. Para pimpinan ketiga parpol itu yakni PKS, PAN dan PKB tak menampik data yang bersumber dari KPU Kabupaten Banggai.

Lalu bagaimana respons mereka terhadap pengalaman memilukan di tiga kali sekaligus pemilihan kepala dan wakil kepala daerah tersebut?

Ketua DPD PKS Kabupaten Banggai, Iswan Kurnia Hasan yang dikonfirmasi Luwuk Times, Rabu (01/07/2020) tak ingin mengomentari kegagalan partainya itu. Pernyataan mantan anggota DPRD Banggai ini singkat, “Tidak ada tanggapan insyaallah”.

Tidak jauh berbeda dengan Ketua DPD PAN Kabupaten Banggai, Ibrahim Darise. Legislator empat periode sekaligus Ketua Fraksi PAN DPRD Banggai ini tidak meladeni lontaran pertanyaan wartawan. “Saya baru tiba di Palu,” tulis Ibrahim Darise via WhatsApp (WA).

Jika Ketua DPD PKS dan Ketua DPD PAN memilih ‘mohokot’ alias diam, tidak bagi Ketua DPC PKB Kabupaten Banggai, Syafruddin Husain. Disodor pertanyaan serupa, Haji Udin-sapaannya memberi tanggapan.

Tidak suksesnya PKB di tiga kali pilkada Banggai menurutnya hanya kebetulan saja. “Ini hanya mungkin kebetulan saja. Saya tidak terlalu percaya tentang sebuah mitos politik,” kata Haji Udin.

Alasan Ketua Fraksi PHP (PKB-Hanura-Perindo) DPRD Bangga ini, karena ketiga parpol itu (PKB, PAN dan PKS, red) sudah ada sejak era reformasi tahun 1999, bersama Golkar, PDIP dan PPP.

Berbeda dengan Partai NasDem, Demokrat dan Partai Gerindra, muncul setelahnya. Dan perolehan kursi ketiga parpol di Kabupaten Banggai masuk kategori menengah, cenderung fluktuatif atau stagnan. Maka harus bergabung untuk bisa mengusung kandidat. “Kadang bisa sama-sama, terkadang juga harus berbeda dalam setiap momentum pilkada langsung digelar sejak pertama kalinya,” kata Haji Udin.

 

Baca juga: Tiga Kali Pilkada Banggai Dihelat, Tiga Parpol Ini yang Sering tak Beruntung

 

Dengan begitu pertegas mantan fungsionari PPRN Kabupaten Banggai ini, tidaklah rasional ketika ketiga partai tadi dihubungkan tentang nasib keberuntungan di pilkada Banggai. “Tidak nyambung ceritanya,” jelas dia.

Karena ini menyangkut tentang kebutuhan setiap bacalon kepala daerah untuk mencukupkan pemenuhan syarat pencalonannya. Makanya jangan heran setiap momentum pilkada Banggai ketiga parpol ini selalu seksi dan jadi rebutan, mengingat selalu menjadi penentu untuk lolosnya kandidat saat mendaftar di KPU Banggai.

Dan itu yang menyebabkan ketiga parpol ini belum pernah menyalinkan kadernya sendiri, jadi selalu menjadi kebtuhan bacalon kepala daerah yang kader dari partainya sendiri belum mencukupi.

Mitos itu sendiri sambung dia bisa dibantahkan dengan kondisi saat ini. Ketiga parpol mengusung dengan tiga orang kandidat yang berbeda. Pasti ada salah satu diantara mereka yang menang. “Dan mudah-mudahan itu dimulai dari PKB,” ucap Haji Udin optimis.

Masih dengan tanggapan Haji Udin, di level Pilkada Sulteng, PKB justru sudah tiga kali berturut-turut memenangkan calonnya. Bahkan di Pilpres, PKB memenangkan empat kali perhelatannya. “Berarti intinya mitos politik itu jangan dipercaya. Tahayul,” tutupnya.

Ada yang tidak kalah menarik untuk dicermati terhadap PKS, PAN dan PKB di pilkada Banggai 2020 ini. Pasalnya, ketiga parpol yang kerap menelan pil pahit di tiga kali Pilkada Banggai ini, berbeda dukungan pasangan calon.

PKS memilih mendukung paslon petahana Herwin Yatim-Mustar Labolo (Winstar), PAN berafiliasi kepada paslon Sulianti Murad-Zainal Abidin Alihamu (Hatimu) dan PKB mendukung paslon Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulili (AT-FM).

Ketika komposisi dukungan ini tidak berubah sampai dengan pada pendaftaran di KPU Banggai, maka sudah pasti dari ketiga parpol tadi ada yang akan menambah panjang daftar kekalahannya di Pilkada Banggai. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: