Tiga Kali Pileg, PDI Perjuangan ‘Raja’ di Dapil IV, Ini “Resepnya”

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai, Suprapto. (Foto: Sofyan Labolo)

Luwuk, LUWUK TIMES— PDI Perjuangan sepertinya seng ada lawan di dapil IV. Tiga kali pemilu legislatif (pileg) di Kabupaten Banggai (2009, 2014 dan 2019), banteng moncong putih ini merajai dapil yang meliputi Kecamatan Kintom, Batui, Batui Selatan, Toili, Toili Barat dan Moilong.

Pileg 2009 yang saat itu Kabupaten Banggai baru memiliki tiga dapil, partai identik dengan warna merah ini meraih 5 kursi. Dari jumlah kursi itu, 3 kursi diantaranya dikontribusikan para kadernya dari wilayah bagian selatan Kota Luwuk tersebut.

Memang di pileg 2014, PDI Perjuangan hanya ketambahan 1 kursi (dari 5 naik menjadi 6 kursi, red). Tapi kuantitas 3 kursi dari dapil dataran Toili mampu dipertahankan para kadernya.

Kesuksesan PDI Perjuangan di panggung pileg terjadi di tahun 2019. Sebanyak 10 kadernya melenggang mulus sebagai legislator di parlemen lalong. Lagi-lagi kontribusi kursi terbanyak berasal dari dapil IV, yakni dengan mengirim 4 caleg terpilihnya. Bahkan nyaris 5 kursi dari dapil yang menjatahkan 11 kursi tersebut.

Selain dapil IV, pada pileg 2019, dapil II juga menambah perbendaharaan kursi, yakni dari 1 menjadi 3 kursi. Sementara dapil I tetap 2 kursi dan dapil III 1 kursi.

 

Baca juga: Tiga Kali tak Beruntung di Pilkada, Begini Respons Ketua PKS, PAN dan PKB

 

Ketua DPRD yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai, Suprapto yang ditemui Luwuk Times di ruang fraksinya, Kamis (02/07/2020) kemarin sedikit membuka ‘resep’ sehingga partainya sukses sekaligus seng ada lawan di dapil dataran Toili.

“Sebenarnya hanya ada dua kata kunci kesuksesan PDI Perjuangan di pileg. Pertama, ideologi partai. Sedang kedua kerja-kerja politik,” kata Suprapto.

Di dapil IV (sebelumnya dapil II, red), loyalis soekarnois sangat kental. Bahkan idealis nasionalisme itu sudah tertanam sebelum adanya program transmigrasi di wilayah Toili.

Tak cukup bermodalkan ideologi. Akan tetapi harus pula ditunjang kerja-kerja politik kontestan pileg itu sendiri. “Selain ideologi, kerja politik juga sangat menunjang. Kan kerja kegotong royongan itu identik dengan nasionalis soekarnois,” kata mantan kepala desa Mulyoharjo Kecamatan Toili serta mantan Ketua Forum kepala desa Toili ini.

Bahkan Suprapto optimistis, ketika ideologi dan kerja politik itu tetap dikolaborasi oleh kader PDI Perjuangan, maka pada pileg 2024 mendatang jumlah kursi partainya bisa bertambah. Minimal mampu dipertahankan.

Satu hal yang menjadi tambahan Suprapto. Suksesnya PDI Perjuangan baik di pileg maupun di pentas Pilkada, tidak terlepas dari kepiawaian Herwin Yatim (HY) dalam menahkodai partai.

“Tidak bisa dipungkiri. Sebagai panglima partai, pak HY punya andil besar dalam memenangkan PDI Perjuangan di kanca politik, baik di pileg maupun di pilkada,” kata Suprapto. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: