Tak hanya Cerdas, di SMA Amir Tamoreka Dikenal Berjiwa Sosial

Bakal calon bupati Banggai, Amirudin Tamoreka (AT) bersama para alumni SMAN 1 Luwuk angkatan 1991, foto bersama beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

(advertorial)

Luwuk, LUWUK TIMES— Kandidat bupati Banggai Amirudin Tamoreka (AT) merupakan alumnus SMAN 1 Luwuk tahun 1991. Di kalangan para alumninya, AT tak hanya cerdas. Dia juga dikenal sebagai sosok berjiwa sosial yang tinggi. Mat Huda, salah satu teman dekat AT. Dia sedikit berkisah tentang sahabat karibnya itu. “AT berjiwa sosial. Sikap itu sudah tercermin saat masih sekolah,” kata Matez-sapannya yang ditemui Luwuk Times, belum lama ini.

AT begitu familiar. Pergaulannya tak hanya terfokus di jurusannya saja. Melainkan semua jurusan AT mau berkawan. “AT saat itu di jurusan Fisika. Sedang saya di jurusan Budaya,” kata Matez.

AT di mata Matez merupakan pekerja keras serta mandiri. Dan masih kental di benak Matez, selama sekolah di Luwuk, AT berdomisili di kompleks jalan Tembus Kelurahan Luwuk. “AT pernah ba kost di jalan Tembus,” kata Matez. Bahkan AT pernah menjadi penjaga toko milik temannya. “Seingat saya toko itu di kompleks SMPN 1 Luwuk,” kata dia.

Meski telah sukses sebagai pengusaha besar berlavel nasional, namun kesetia kawanan AT sedikitpun tidak meluntur. “AT sosok yang setia kawan. Dia tidak pernah lupa dengan teman-teman lamanya,” kata Matez.

Dan itu dapat dibuktikkan pada kegiatan alumni SMAN 1 Luwuk angkatan 91, beberapa waktu lalu. Disaat alumni membutuhkan anggaran pembuatan panggung utama, AT sang dewa penyelamat. “AT sebagai donatur terbesar dalam pembuatan panggung. Dan AT lah yang melakukan peletakkan batu pertama. Bahkan para guru ketika itu mendapat bantuan AT,” kata Matez.

 

BAND KING AUDIO

Selain mengelola bengkel motor yang ada di rumahnya di Kelurahan Karaton, Matez juga termasuk pemain musik di era tahun 2000-an. Matez tergabung dalam the legend musisi Kabupaten Banggai. Hal ini kemudian yang membuat komunikasinya dengan AT kembali terjalin.

“Saya di telpon oleh seseorang untuk mencari grup musik dalam rangka launching band King Audio. Saya awalnya tidak tahu jika alat band itu milik AT,” kata Matez.

Betapa terkejutnya Matez disaat di ruangan meeting hotel King Ameer Toili dalam rangka persiapan launching bertemu dengan AT. Keduanya pun saling berpelukan setelah lama tidak bertemu.

Satu hal lagi yang membuat pemain player di band King Audio ini sehinga mengagumi AT. Dia sangat peduli dengan para musisi di Kabupaten Banggai. AT sangat berharap lewat alat band berbandrol Rp5 miliar yang dibelinya itu, para musisi di daerah ini mampu bersaing dengan daerah lain.

“AT prihatin. Belum ada anak Banggai yang lolos audisi musik di pusat. Itu yang membuat AT terobsesi untuk membeli alat band tersebut. Kata AT, potensi ada, tapi tidak ditunjang alat memadai,” ucap Matez.

Keseriusan AT untuk mengorbitkan para musisi Kabupaten Banggai lanjut Matez tak hanya disiapkannya alat band tanpa dikomersilkan tersebut. Tapi AT menyiapkan juga studio rekaman. “AT sudah punya studio rekaman di Jakarta. Itu disiapkan bagi para musisi lokal yang mau mengekspresikan kelebihannya,” terang Matez. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: