Rekomendasi Bawaslu Berpotensi Lahirkan Multitafsir di KPU Banggai

Praktisi Hukum Kabupaten Banggai, Aswan Ali

Direktur Eksekutif LSM Yasfora Kabupaten Banggai, Aswan Ali. (Foto: Luwuktimes.com)


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Direktur Eksekutif LSM Yasfora Kabupaten Banggai, Aswan Ali menilai, rekomendasi Bawaslu Kabupaten Banggai terkait pelantikan pejabat di lingkup Pemda yang dilakukan petahana berpotensi melahirkan multitafsir di KPU. Sebab isi rekomendasi lembaga pengawas pemilu itu tidak spesifik bahkan tidak tegas.

Ditemui Jumat (29/05/2020) sore, Aswan mengatakan, Peraturan Bawaslu nomor 14/2017 diatur tata cara pemberian rekomendasi Bawaslu ke KPU. Dalam formatnya secara jelas isi rekomendasi harus tegas dan lugas.

Akan tetapi sambung Aswan, rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu, terkesan menggantung. Sehingga melahirkan multitafsir di tengah publik, sekaligus di KPU sebagai lembaga penyelenggara teknis pemilihan kepala daerah.

“Dalam konfrensi pers, Bawaslu menyebut berpotensi melanggar administrasi. Kata berpotensi itu jelas melahirkan multitafsir. Saya yakin disaat KPU memproses rekomendasi itu akan terjadi beda pendapat di internal,” kata Aswan.

Memang kata Aswan, dirinya belum melihat seperti apa isi rekomendasi Bawaslu. Dan dia pun berencana bertandang ke kantor Bawaslu untuk meminta copyan rekomendasi.

Dan apabila tambah Aswan, benar isi rekomendasi tidak tegas, yakni hanya menyebut potensi pelanggaran, maka Bawaslu Banggai melanggar kode etik, karena mengabaikan Perbawaslu. *


Baca juga: Rekomendasi Setengah Hati, Ruslan: Baiknya Pertanyaan ke Bawaslu Banggai

(sl)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: