PKH Kasus Lama, Kata Ketua PKB Banggai Ditanggapi Dingin Saja Nyanda Pengaruh

Ketua DPC PKB Kabupaten Banggai, Syafrudin Husain.

Luwuk, LUWUK TIMES— Ketua DPC PKB Kabupaten Banggai, Syafrudin Husain menilai, program keluarga harapan (PKH) merupakan kasus lama. Dan dia yakin persoalan itu tidak akan mengganjal kandidatnya di Pilkada Banggai 2020.

“Itu persoalan lama. Pada saat itu AT (Amirudin Tamoreka) belum ada kepastian resmi calon bupati. Malah saat itu parpol yang mengusung pun belum jelas, karena kejadiannya di bulan Februari 2020,” kata Syafrudin Husain kepada Luwuk Times, Rabu (08/07/2020).

AT sambung Haji Udin-sapaan Ketua Fraksi PHP (PKB-Hanura-Perindo) DPRD Banggai ini, kala itu bersilahturahim secara pribadi kepada para PKH. Haji Udin tak menampik bahwa persoalan ini sudah masuk di ranah Bawaslu. Akan tetapi sasaran lembaga pengawas pemilu tersebut adalah para pelaksana PKH.

“Dalam persoalan ini AT bersifat pasif. Sehingga belum bisa dituduhkan. Karena statusnya juga belum ada apa-apa pada saat itu,” kata Haji Udin.

 

Baca juga: KPU Laksanakan Bimtek Pemutahiran Data Pemilih di 10 Kecamatan

 

Lagi pula pertegas legislator lalong asal dapil IV ini, surat tersebut itu juga dibuat sepihak oleh pelaksana PKH. “Berbeda kalau dia (AT) sudah resmi jadi calon bupati melalui penetapan KPU,” ucap Haji Udin lagi.

Dan bagi Wakil Ketua tim pemenangan koalisi AT-FM ini, dinamika ini biasa dalam kontestasi pilkada. Selalu ada saja kampanye hitam buat kandidat, termasuk dialamatkan buat AT.

“Hal itu biasa lah, black campaign (kampanye hitam). Ditanggapi dingin saja nyanda pengaruh. Orang bilang lagu lama,” tutup Haji Udin. *

 

Baca juga: Dituduh Berpolitik Praktis, Kadinsos Banggai Sebut Hoaks dan Menuntut Pencemaran Nama Baik

 

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: