PKB BELUM MILIK SIAPA SIAPA

Ketua DPC PKB Kabupaten Banggai, Syafrudin Husain.

FOTO: Syafruddin Husain

LUWUK TIMES.com— PKB menjadi salah satu partai politik (parpol) seksi di Pilkada Banggai 2020.
Padahal partai ini hanya punya 2 kursi di parlemen lalong.

Mengapa? PKB bisa menjadi parpol penentu jumlah pasangan calon (paslon) di pilkada. Dari tiga paslon bisa mengerucut menjadi head to head.

Tersiar kabar PKB akan mengusung bakal paslon Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulili. Diestimasi paket ini mengoleksi 8 kursi, setelah NasDem resmi merapat.

Tapi itu baru sebatas wacana.
Pasalnya, Ketua DPC PKB Kabupaten Banggai, Syafruddin Husain belum memberi garansi tersebut.

Alih alih afiliasi dukungan terhadap paslon tertentu, kapan rekomendasi DPP PKB, haji Udin-sapaannya belum mengetahuinya.

“Sampai saat ini belum keluar rekom PKB. Bahkan pasca UKK (uji kelayakan dan kepatutan) di DPP PKB tanggal 14 Februari, belum ada info tentang rekomendasi partai,” kata Syafruddin Husain, Senin (24/2).

Dia juga tidak ingin berspekulasi alias mendahului kebijakan DPP PKB, ketika disodorkan pertanyaan tentang Amirudin Tamoreka yang menguat mendapat rekomendasi partainya.

“Saya belum tahu itu. Yang pasti semua kandidat yang mendaftar memiliki peluang yang sama. Nantilah tunggu keputusan DPP PKB,” kata Ketua Fraksi PKB-Hanura-Perindo (PHP) DPRD Banggai ini.

Sebelumnya, liaison officer (LO) bakal calon bupati Banggai, Amirudin Tamoreka (AT), Sartun mengatakan, selain NasDem, kans PKB untuk mendukung AT-FM terbuka lebar. “Pak Haji Amir kan sudah ikut uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di DPP PKB,” jawab Sartun.

Tak hanya PKB sambung dia, partai politik lainnya juga AT mendaftar sebagai bakal calon bupati. “Ada Hanura, PAN dan Golkar. Partai partai ini pak Haji Amir ikut mendaftar. Terkecuali Perindo yang sudah terlepas,” ucap Sartun.

Yang pasti sambung Sartun, tahapan normal sudah diikuti AT, yakni mulai dari pendaftaran hingga pemaparan visi misi. Meski begitu, pihaknya juga maksimal dalam membangun lobi-lobi parpol.

“Tahapan normal sudah kami lakukan. Lobi lobi pun kami intens,” jawab Sartun.

Menyangkut issu bahwa AT-FM akan terganjal atau diganjal lantaran tidak memenuhi syarat minimal jumlah kursi di parlemen, juga ditanggapinya.
“Isu itu biasa. Lagi pula sifatnya kan bebas,” kata dia.

Satu hal dipertegas Sartun bahwa sejumlah partai, mulai dari Golkar, PAN, Hanura dan PKB belum ada satupun rekomendasi yang dikantongi kandidat. Terkait dengan itu, tentu saja sebagai LO AT, masih sangat optimis dapat merebut surat sakti tersebut. (ST)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: