Pengunduran Diri ASN Diproses, Ustad Zainal Makin Pasti Dampingi Anti Murad

Baliho Sulianti Murad dan Zainal Abidin Alihamu yang terpajang di jalan Imam Bonjol Kelurahan Bungin Kecamatan Luwuk. (Foto: Sofyan Labolo/Luwuktimes.com)

 

 

Luwuk, LUWUKTIMES.com— Dokumen pengunduran diri Zainal Abidin Alihamu (ZAA) sebagai ASN dilingkup Pemda Banggai sedang diproses. Dengan begitu pria yang akrab disapa Ustad Zainal ini makin pasti mendampingi Sulianti Murad sebagai calon wakil bupati Banggai di pilkada 9 Desember 2020.

“Sudah disahuti. Dan saat ini sedang diproses oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Banggai,” kata Kepala Bagian Hukum dan Perundang-Undangan Setdakab Banggai, Farid Hasbullah Karim sebagaimana dikutip dari Banggainews.com Rabu (17/06/2020).

Dijelaskannya, berdasarkan tupoksi Bagian Hukum sebatas menelitikan. Sementara Bupati Banggai yang nantinya meresponnya.

“Kami di Bagian Hukum hanya menelitikan. Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) merespon sesuai ketentuan. Sehingga, tak ada itu mempersulit ataupun menghalang-halangi,” kata mantan Sekretaris Dinas Pertambangan Kabupaten Banggai itu.

Diakui Farid, berkas yang dimasukkan oleh Ustad Zainal yang saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai masih terdapat kekurangan dua dokumen.

Kedua dokumen itu adalah surat Sasaran Kerja Pegawai (SKP) yang merupakan pengganti Daftar Penilaian Prestasi Pegawai (DP3) dua tahun bertutur-turut dan surat keterangan bebas temuan dari Inspektorat Daerah Kabupaten Banggai.

Tapi pada prinsipnya sambung dia, pengunduran diri Ustad Zainal sudah bersyarat. Pengunduran diri atas permintaan sendiri, mekanismenya ke Bupati. Memprosesnya atas rekomendasi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banggai yaitu dalam rentang waktu 14 hari kerja setelah berkas terpenuhi. Setelah itu bupati sebagai PPK mengeluarkan SK.

Dalam rangka memperoleh hak-hak pensiun dini, maka yang bersangkutan setelah mengantongi SK Bupati, harus mangajukannya ke Kantor Regional (Kanreg) IV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Makassar untuk diproses. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: