Penetapan Pasangan Calon 23 September, Apa yang Menarik di Pilkada Banggai?

Ilustrasi pemilihan kepala daerah


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 5 tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas PKPU nomor 15 tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota resmi disahkan. Dengan begitu para penyelenggara pemilu disemua tingkatan telah siap melaksanakan agenda demokrasi tersebut.

Dari semua tahapan, program dan jadwal pilkada yang tertuang dalam PKPU itu, yang cukup menarik perhatian publik Kabupaten Banggai diluar dari voting day 9 Desember 2020 adalah tahapan penetapan pasangan calon.

Untuk tahapan yang satu ini, ditetapkan di tanggal 23 September 2020. Lantas apa yang membuat jadwal itu menjadi ‘seksi’ sehingga harus di pelototin publik Kabupaten Banggai?

Pelantikan pejabat yang dilakukan calon petahana di tanggal 22 April 2020 lalu, sempat melahirkan polemik. Di media sosial (medsos) hal itu menjadi konsumsi yang sangat viral.

Bahkan sempat lahir wacana bahwa pelantikan pejabat eselon III itu bisa berkonsekwensi terhadap tidak memenuhi syarat (TMS) atau diskualifikasi pasangan calon. Alasannya, masa pelantikan dengan jadwal penetapan pasangan calon, masuk dalam range 6 bulan alias ‘zona merah’.


Baca juga: Ini Yang Harus Dilaksanakan KPU Setelah PKPU 5/2020 Disahkan


Akhir bulan lalu, Bawaslu Provinsi Sulteng sempat memprakarsai kegiatan dialog daring dengan tema ‘Penggantian pejabat di tengah pandemi covid-19, sebelum dan sesudah Perppu nomor 2 tahun 2020”.

Sejumlah narasumber berkompoten turut memberi kontribusi pendapat pada dialog yang berdurasi lebih dari 2 jam tersebut.

Mereka diantaranya, komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar dengan memilih topik kebijakan Bawaslu dalam penindakan pelanggaran atas ketentuan pasal 71 undang-undang pilkada. Ada juga akademisi Untad, Aminuddin Kasim soal analisis yuridis penggantian pejabat daerah sebelum dan sesudah Perppu 2/2020.

Termasuk tampil sebagai narasumber pada kegiatan yang dilaksanakan Jumat, 29 Mei 2020 yakni Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming yang mengangkat masalah tindak lanjut rekomendasi Bawaslu atas penggantian pejabat sebelum dan saat tahapan pencalonan kepala daerah.

Apa benar ada pasangan calon yang terancam didiskualifikasi? Kita tunggu saja cerita akhirnya. Sebab untuk menunggu sampai dengan tanggal 23 September 2020 masih sekitar 3 bulan lagi. *

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: