Mengintip Peluang Obama di Musda Partai Golkar Banggai

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banggai, Samsulbahri Mang. (Foto: Istimewa)

Luwuk, LUWUK TIMES— Seyogianya kepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Banggai telah berakhir di tahun 2019. Namun karena kebijakan level pengurus di atas, kepemimpinan Samsulbahri Mang diperpanjang sampai dengan tahun 2020.

Kata Iwan Kobaa, yang tidak lain adalah fungsionaris Partai Golkar Sulteng, musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar di kabupaten/kota se Sulteng tahun ini digelar. DPD Golkar Sulteng memberi deadline waktu sampai dengan bulan Agustus hajatan politik internal itu sudah harus dilaksanakan.

Terhitung dari saat ini, range waktu pelaksanaan Musda tinggal sebulan lagi. Tapi belum ada tanda-tanda kesiapan DPD Partai Golkar Kabupaten Banggai. Minimal pembentukan panitia pelaksana (panpel) Musda.

Pertanyaan publik itu langsung diklarifikasi Wakil Ketua I DPD Partai Golkar Kabupaten Banggai, Saripudin Tjatjo saat berbincang-bincang dengan Luwuk Times, di ruang Fraksi PAN DPRD Banggai, Jumat (17/07/2020).

“Sudah pasti kami akan pleno membentuk panpel Musda Golkar. Itu kami lakukan, setelah mendapat perintah dari DPD I Golkar Sulteng,” jelas politisi senior beringin rindang itu.

Sebagai partai politik (parpol) terlama di republik ini, Golkar tak mengenal yang namanya krisis kader. Tidak terkecuali di Kabupaten Banggai. Malah tidak sedikit elit parpol lainnya, berangkat dari proses kaderisasi di beringin rindang tersebut.

Wacana yang berkembang di eksternal Partai Golkar Banggai, tak hanya Samsulbahri Mang yang akan menjadi kandidat calon Ketua DPD Partai Golkar Banggai periode 2020-2025. Dua nama juga santer disebut-sebut layak dan pantas masuk bursa kompetisi. Keduanya adalah Saripudin Tjatjo dan Irwanto Kulap.

Lahir pertanyaan, apakah Ketua dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Banggai itu mau menjadi rival atau pesaing Obama-sapaan Samsulbahri Mang di arena Musda Golkar Banggai mendatang? Jawabannya ada pada Om Arif dan Wanto.

Mungkin saja sebagian besar di internal partai, masih menginginkan Obama memimpin hingga periode ke 3 organisasi politik yang identik dengan warna kuning tersebut. Akan tetapi keinginan itu harus berhadapan dengan aturan main partai.

Anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) Partai Golkar yang dirumuskan lewat musyawarah nasional (Munas) tahun lalu, memberi batasan periodeisasi bagi kader untuk menahkodai partai pada semua jenjang kepengurusan.

AD/ART tentang larangan 2 periode itu bisa dikesempingkan, apabila ada diskresi dari DPP. Ketentuan itu pernah diaminkan Sekretaris DPD Partai Golkar Bangkep, Irwanto Bua.

“Benar dalam AD/ART terbaru hasil Munas Golkar akhir tahun 2019 lalu diputuskan tentang batasan 2 periode. Terkecuali ada diskresi dari DPP,” begitu antara lain kutipan statemen Irwanto Bua yang juga Ketua Komisi 1 DPRD Bangkep ini.

DPP Golkar tentu memiliki parameter ketika harus memberikan diskresi kepada kadernya untuk menuju 3 periode kepemimpinan partai di daerah. Salah satu diantaranya adalah prestasi. Sebagai pengurus tingkat atas, sudah pasti DPP mengantongi plus minus kadernya yang ada di daerah. Lantas bagaimana ending politiknya, tentu hanya orang Golkar yang tahu dan paham. *

 

Baca juga: Partai Golkar Usung Ketua PDIP di Pilkada Banggai Laut

 

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: