Mengembalikan Marwah ASN Sesuai Topuksi Menjadi Komitmen AT-FM

H. Amirudin Tamoreka dan H. Furqanudin Masulili.

H. Amirudin Tamoreka dan H. Furqanudin Masulili


(advertorial)

APARATUR sipil negara (ASN) berpolitik praktis, seakan sudah menjadi tradisi jelang pemilihan kepala daerah. Padahal dalam regulasi sudah sangat jelas hal itu tidak dibenarkan. Fenomena itu, menjadi catatan tersendiri bagi pasangan calon (paslon) bupati/wakil bupati Banggai, Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulili (AT-FM).


Ketika rakyat Kabupaten Banggai melegitimasi keduanya di pilkada 9 Desember 2020, AT-FM berkomitmen mengembalikan marwah ASN itu sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi atau tupoksinya.


“Yang paling utama adalah bagaimana mengembalikan marwah ASN sesuai dengan tupoksinya,” kata Furqanudin yang dihubungi wartawan Luwuktimes.com, Jumat (05/06/2020) tadi malam.


Sebagai mantan pejabat birokrasi senior, Om Pungke-sapaannya berujar, ASN tugas utamanya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga roda pemerintahan dan pembangunan berjalan sinergi.


Akan tetapi fakta di lapangan sambung pria kelahiran Kecamatan Pagimana 12 Desember 1958 ini berkata lain. Dalam setiap menghadapi gawean politik pilkada, tidak sedikit ASN terlibat politik praktis.


“Bagaimana mungkin dapat meningkatkan profesionalisme dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, ASN saja sudah terjun penuh ke dunia para politikus,” kata Om Pungke.


Bagi Om Pungke, reformasi birokrasi yang satu ini sudah menjadi komitmen bersama dengan calon bupati Banggai Amirudin Tamoreka. Sehingga ketika rakyat Kabupaten Banggai memberikan amanah menjadi kepala dan wakil kepala daerah pada pilkada mendatang, maka itu menjadi salah satu konsep yang akan diterapkan.


“Insyallah kedepan kita akan berupaya untuk menarik mereka (ASN) dari dunia perpolitikkan. Biar mereka fokus pada peningkatan pelayanan masyarakat dan kinerjanya. Kami akan kembalikan ke marwahnya,” tegas Om Pungke.


PENGALAMAN BIROKRASI


Di dunia birokrasi, nama Om Pungke tidak asing. Dengan modal segudang pengalaman, tak heran jika Om Pungke punya obsesi mulia sekaligus besar dalam mengembalikan ASN ke rel yang sebenarnya.


Awal karir Om Pungke di ASN adalah sebagai CPNS pada Biro Keuangan Setda Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 1985. Selanjutnya menjabat sebagai Kasubag Anggaran Pembangunan Biro Keuangan Setda Provinsi Sulawesi Tengah tahun 1987, Kasubag Pembukuan Anggaran Pembangunan dan Audit Biro Keuangan Setda Provinsi Sulawesi Tengah 1992, Kasubag Keuangan Pada Direktorat PMD Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 1995 dan Kabag Keuangan Setda Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 1999.


Di tahun 2008, Om Pungke dipercayakan sebagai Kadis Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Kabupaten Banggai, setahun kemudian menjabat sebagai Asisten Pemerintahan, Perekonomian Dan Kesra Setda Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun, tahun 2019 Inspektur Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan serta Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2011.


Dan sebelum pensiun, lelaki yang hobi olahraga ini mencapai puncak karir di birokrasi yakni sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Laut di tahun 2013. Bahkan pernah menyandang pejabat (Pj) Bupati Kabupaten Banggai Laut tahun 2015. *

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: