Klarifikasi DPW Perindo Buat Calon Petahana, Sinyal Akan Berubah Dukungan?

Sekretaris DPD Partai Perindo Kabupaten Banggai, Hasbi Latuba.

Luwuk, LUWUK TIMES— DPW Partai Perindo Provinsi Sulteng, telah melayangkan surat klarifikasi kepada calon petahana, Herwin Yatim (HY) terkait pelantikan pejabat dilingkup Pemda Banggai, yang diduga berpotensi mencederai pencalonan. Lahir pertanyaan publik, apakah itu jadi sinyal bahwa Partai Perindo akan berubah dukungan di Pilkada Banggai?

Sekretaris DPD Partai Perindo Kabupaten Banggai, Hasbi Latuba kepada Luwuk Times, Jumat (03/07/2020) mengatakan, sikap Perindo di Pilkada menjadi kewenangan DPP melalui DPW. Karena pemberian dukungan ke calon petahana sudah dalam putusan partai. “Artinya tidak lagi melibatkan DPD didalamnya,” jelas Hasbi.

Kebijakan DPW Perindo Sulteng menyurati kandidat calon petahana (HY) terkait pelantikan pejabat yang sangat berpotensi terganggunya pencalonan di Pilkada Banggai nilai Hasbi sudah sangat benar.

“Yang saya baca dalam pemberitaan media online, DPW sudah menyurati calon petahana unuk meminta klarifikasi agar ada jawaban dari pihak penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu. Apakah pelantikan pejabat tersebut tidak berkonsekwensi diskualifikasi atau bagaimana sesuai ketentuan pencalonan,” kata Hasbi.

 

Baca juga: Wacana Diskualifikasi, Perindo Sulteng Klarifikasi Calon Petahana Pilkada Banggai

 

Apakah Perindo saat ini membuka komunikasi dengan pasangan calon (paslon) Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulili (AT-FM)? Pertanyaan itu dijawab Hasbi. Sebelum dikeluarkannya rekomendasi untuk calon petahana, Perindo Banggai sudah dari awal intens berkomunikasi dengan AT-FM. Bahkan kandidat lainpun komunikasi juga dilakukan.

“Hanya saja sikap DPP dan DPW merekomendasikan petahana. Jika terjadi hal semacam hambatan dalam mengusung calon kedepan nanti, tentu saja DPP dan DPW mengambil langkah politik lanjutan,” kata Hasbi.

Yang pasti tekan Hasbi, DPD Perindo Banggai mendukung kebijakan politik pengurus level atas. Dan ini dalam rangka mencari calon kandidat ýang steril dari dugaan potensi pelanggaran konstitusi. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: