KETIKA RONDE PERTAMA YANG MENGURAS ENERGI ITU USAI

Oleh: SOFYAN LABOLO

DALAM pertandingan tinju kita mengenal dengan istilah ronde. Setiap ronde durasi waktu ditentukan sama. Begitu pula dengan kontestasi pilkada. Ada tahapan yang harus dilalui para bakal pasangan calon (paslon). Dan tahapan itu saya ilustrasikan sebagai ronde.

Saat ini para bakal paslon sudah menyelesaikan yang namanya ronde pertama. Untuk melewati ronde awal itu saja sudah sangat menguras tenaga, waktu dan pikiran. Bahkan tidak tanggung-tanggung telah merogoh kocek dalam-dalam oleh para bakal calon kontestan.

Ronde pertama yang dimaksud adalah perebutan partai politik (parpol) sebagai salah satu persyaratan pencalonan.

Bukan perkara mudah bagi bakal paslon untuk merebut hati parpol. Sebaliknya butuh perjuangan dan kerja keras yang luar biasa.

Awalnya di Kabupaten Banggai ada empat paslon yang berkompetisi di ronde pertama itu. Seiring waktu berjalan, salah satunya harus mengurungkan niatnya untuk tampil sebagai peserta pilkada. Penyebabnya, tidak tercapainya syarat minimal jumlah kursi koalisi.

Tiga bakal paslon hampir dipastikan lolos pada ronde pertama. Karena di mata regulasi, mereka dianggap bersyarat. Tapi ingat baru dari sisi dukungan partai politik. Belum yang lainnya.

Pembagian kursi di DPRD Banggai telah terbagi habis. Sekalipun diketahui distribusinya tidak merata.

Dari 35 kursi di parlemen lalong, kandidat petahana Herwin Yatim-Mustar Labolo (WINSTAR) menggondol 14 kursi. Rinciannya, PDIP 10 kursi, PKS 3 kursi dan Partai Perindo 1 kursi

Paslon Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulil (AT-FM) juga 14 kursi. Terdiri dari NasDem 6 kursi, PKB 2 kursi, Partai Golkar 5 kursi dan Partai Hanura 1 kursi.

Sementara duet bertagline HATIMU, Sulianti Murad-Zainal Abidin Alihamu sebagai paslon yang memiliki koalisi paling ramping, yakni hanya punya 7 kursi. Partai Gerindra 4 kursi plus PAN 3 kursi.

Ketiga bakal paslon kepala dan wakil kepala daerah ini sudah bersiap-siap mendaftar di KPU Banggai sebagai kontestan di pilkada 9 Desember 2020. Durasi waktu yang diberikan Peraturan KPU selama 3 hari, yakni Jumat, Sabtu dan Minggu (4-6 September 2020).

Berdasarkan pembagian jadwal pendaftaran, paslon WINSTAR dan AT-FM memilih hari pertama, dengan waktu yang berbeda.

Paslon petahana mendaftar pada pukul 10.00 wita. Sedang AT-FM pukul 13.00 wita.

Di tanggal 5 September tak ada paslon yang mendaftar. Karena nanti di tanggal 6 September barulah paslon HATIMU bertandang di kantor KPU yang berada di Kelurahan Tanjung Tuwis Kecamatan Luwuk Selatan.

Lantas kapan dimulainya ronde kedua?

Ronde ini dimulai setelah KPU menetapkan sekaligus memberikan nomor urut peserta pilkada. Statusnya pun berganti. Bukan lagi bakal paslon. Tapi sudah menjadi paslon.

Sejatinya di ronde kedua inilah pertarungan yang sesungguhnya. Para paslon dituntut mampu memberi keyakinan kepada para calon konstituen untuk dapat memilihnya di dalam bilik suara di tanggal 9 Desember 2020.

Koalisi gemuk tentu belum menjadi jaminan paslon akan menang dalam kompetisi demokrasi tersebut. Karena rakyat lebih cenderung melihat konsep, program kerja sekaligus visi misi masing-masing paslon.

Bagaimana jika semua paslon memiliki konsep pembangunan yang sama? Jawabannya dikembalikan kepada rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi di republik ini. *

DUKUNGAN PARTAI POLITIK DI PILKADA BANGGAI 2020

HERWIN YATIM-MUSTAR LABOLO 14 Kursi

(PDIP 10 kursi, PKS 3 kursi dan Perindo 1 Kursi)

AMIRUDIN TAMOREKA-FURQANUDIN MASULILI 14 Kursi

(NasDem 6 kursi, PKB 2 kursi, Golkar 5 kursi dan Hanura 1 kursi)

SULIANTI MURAD-ZAINAL ABIDIN ALIHAMU 7 Kursi

(Gerindra 4 kursi dan PAN 3 kursi)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: