Kabupaten Banggai Butuh Pemimpin Santun, Herman Tope: Ibu Anti Adalah Orangnya

Calon Bupati Banggai Partai Gerindra Sulianti Murad. (Foto: Istimewa)

Calon Bupati Banggai, Sulianti Murad. (Foto: Istimewa)


(advertorial)

Luwuk, LUWUKTIMES.com— Lahir dari keluarga yang mapan. Tapi aura kesederhanaan sangat melekat dalam kehidupan kesehariannya. Sikap santunnya menjadikan salah satu ciri khasnya. Sosok itu tak lain adalah Sulianti Murad.


Anti Murad-sapaan putri pengusaha sukses Murad Husain ini merupakan organisatoris. Tak ada satupun wadah yang dipimpinnya tidak eksis di Kabupaten Banggai. Mulai dari cabang olahraga, organisasi keagamaan hingga partai politik (parpol).


Anti Murad yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banggai ini satu-satunya politisi keterwakilan gender yang akan tampil di Pilkada Banggai 9 Desember 2020. Awalnya berbagai kalangan meragukan Ketua Persatuan Wanita Islam (Perwis) Kabupaten Banggai ini akan masuk dalam bursa calon kepala daerah.


Dua alasan yang mengemuka. Selain koalisi papol juga calon wakil bupatinya. Kini publik terbuka mata. Lewat lobi-lobi politik yang dibangun di level pusat, Anti Murad mampu menyatukan Gerindra dan PAN.


Bahkan santer informasi berkembang, koalisi ini (Gerindra-PAN) masih akan ada penambahan parpol. Sebagaimana pernyataan Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Banggai Julius Tipa, parpol yang akan merapat itu adalah Golkar dan Hanura.


SANTUN DAN BERSAHAJA


Dalam berinteraksi, Anti Murad dikenal sebagai sosok santun dan bersahaja. Aktif dengan aksi sosial dan kemasyarakatan. Sikap kepedulian sesama yang tinggi, membuat publik sulit untuk melupakan figur yang satu ini.


“Benar beliau (Anti Murad) dikenal dengan sikap santun sekaligus memiliki kepribadian yang bersahaja,” kata fungsionaris Partai Gerindra Kabupaten Banggai, Herman Tope kepada Luwuktimes.com, Minggu (07/06/2020) tadi malam.


Terlepas satu perahu politik dengan Anti Murad, namun Hertop-sapaan Ketua Satria Kabupaten Banggai ini memberi keyakinan bahwa sikap kesantunan Anti Murad tidak sekadar fatamorgana. Terlebih lagi dalam menghadapi momentum politik pilkada. Akan tetapi itu sudah menjadi ciri pembawaan Anti Murad sejak lama.


“Beda dengan lain. Sikap santun hanya sekadar mencari simpatik demi kepentingan tertentu,” kata Hertop.


Tidak bisa ditampik bahwa masyarakat Kabupaten Banggai sangat merindukan pemimpin yang santun. Dan sosok itu ada pada diri Anti Murad. “Ibu Anti adalah orangnya,” ucap Hertop.


Kedepan tambah Hertop, ketika Anti Murad dipercayakan masyarakat Kabupaten Banggai menjadi Bupati, maka modal kesantunannya akan memberikan dampak positif. Sebab dalam kepemimpinan pasti akan banyak saran, masukkan bahkan kritik yang sifatnya konstruktif.


“Jadi pemimpin santun itu tidak terlepas dari cara berpikir, berperasaan, bertindak, bersikap dan berperilaku kepada semua perangkat pemerintahan dan masyarakatnya,” kata Hertop. *

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: