Hidayat dan Anwar Tergantung PDIP, Cudi dan NDB Aman

Ilustrasi


PALU, LUWUKTIMES.com— Diprediksi empat figur akan memperebutkan Sulteng I pada pemilihan kepala daerah 9 Desember 2020. Namun perebutan kendaraan politik sebagai syarat mendaftar di KPU, masih sangat berdinamika.

Pengamat politik Sulteng, Hasanudin Datu Adam kepada Luwuktimes.com Jumat (29/05/2020) mengatakan, PDI Perjuangan tidak mendorong kadernya di pilkada Sulteng. Dengan begitu, partai ini menjadi primadona bagi para bakal calon.

Hidayat Lamakarate sekalipun mengantongi rekomendasi Partai Gerindra, namun harus membangun koalisi dengan partai lain. Kemunginan besar, Gerindra satu gerbong dengan PDIP.

“Sangat memungkinkan Gerindra-PDIP berkoalisi. Sebab di level DPP, hubungan pak Prabowo dan ibu Megawati sangat baik,” kata Hasanudin.


Baca juga: Dua Calon Berkompetisi Merebut Jabatan Wabup Bangkep, Siapa Mereka?


Kalau pun PDIP jatuh digenggaman Hidayat, sehingga mengantongi 12 kursi (Gerindra 6 kursi dan PDIP 6 kursi), maka lanjut Hasanudin, Anwar Hafid terancam tidak mendapat perahu. Di DPRD Sulteng, Partai Demokrat hanya memiliki 4 kursi. Sehingga butuh tambahan minimal 5 kursi lagi.

Itu artinya, Anwar Hafid harus merebut PDIP. Jika itu lepas, maka siap-siap hanya menjadi penonton setia di pilkada Sulteng.

Berbeda dengan dua figur calon gubernur lainnya, yakni Rusdi Mastura dan Nurmawati Dewi Bantilan (NDB). Keduanya klaim Hasanudin sudah aman dari sisi jumlah dukungan parpol.

“NDB selain Golkar dan Perindo juga mendapat dukungan PAN. Begitu pula dengan Cudi (sapaan akrab Rusdi Mastura), Partai NasDem, PKS, PKB dan Hanura tidak akan bergeser dukungan ke kandidat lain,” ucap dia.

Bicara soal pasangan calon, jika yang lain masih berpotensi bongkar-pasang, tapi tidak bagi Rusdi Mastura-Ma’mun Amir. “Pasangan ini sudah paten,” tegas Hasanudin. *

(sl)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: