Durasi 5 Menit, Ini Materi Pencerahan Politik Cawabup Banggai Ustad Zainal Alihamu

Bakal calon wakil bupati Banggai, H. Zainal Abidin Alihamu memberi sambutan pada kegiatan di rumah PAN Banggai, Sabtu (11/07/2020). (Foto: Sofyan Labolo)

(advertorial)

Luwuk, LUWUK TIMES— Kandidat calon wakil bupati Banggai, H. Zainal Abidin Alihamu memberi pernyataan politik, disela sela penyerahan SK DPP PAN kepada pasangan calon (paslon) bupati/wakil Banggai, Hj. Sulianti Murad-H. Zainal Abidin Alihamu (HATIMU) di rumah PAN jalan Imam Bonjol Kecamatan Luwuk, Sabtu (11/07/2020).

Singkat, iya karena hanya berdurasi 5.05 menit sambutan Ustad Zainal-sapaan Ketua MUI Kabupaten Banggai tersebut. Karena simple namun padat, membuat para kader Gerindra dan PAN merasa penasaran.

Apa isi materi mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai yang disampaikannya pada momentum itu?

“Saya yakin PAN adalah parpol berazaskan agama. Dalam artian semua persoalan dalam kehidupan ini akan selesai ketika dibahas dengan agama. Apapun yang kita lakukan hari ini tujuan kita satu, yakni memenangkan apa yang kita cita-cita kan bersama,” kata Ustad Zainal membuka sambutannya.

Di Kabupaten Banggai, ada tiga model generasi. Ada generasi penerus, ada generasi yang mundur terus dan ada pula generasi terus menerus. “Tinggal kita memilih yang mana,” ucap Ustad Zainal.

Dia menggaris bawahi tentang pernyataan Ketua DPD PAN Banggai, Ibrahim Darise yang pada sesi awal telah memberikan sambutan.

“Saya garis bawahi yang dikatakan pak Ketua PAN bahwa PAN ini dianggap selalu kurang beruntung ketika mengusung paslon di pilkada. Saya yakin dan percaya bahwa dengan tidak menyalahi takdir tuhan, insyallah kita bisa memenangkan kompetisi pilkada Banggai,” ucap Ustad Zainal sembari mendapatkan aplous.

Sudah saatnya Kabupaten Banggai menjadi bagian dari hidup kita. Kita akan tua se tua keputusan kita dan kita akan muda semudah harapan kita. Jika harapan, keyakinan dan optimisme kita ada dalam dada kita, selama itu kita bisa menguasai daerah ini.

Segudang kepintaran yang kita miliki ucap Ustad Zainal, tidak akan ada artinya apa apa, tanpa segenggam kekuasaan. Maka kekuasaan yang penting dalam hidup ini ketika kita mampu menguasai hati kita. “Maka hati-hati kita memilih hati, karena hati itu bisa melukai orang yang kurang hati hati,” jelas dia.

 

Baca juga: Komunitas Sumur Zam-Zam Kampung Baru Pasang Badan buat Paslon HATIMU

 

Dihadapan para kader Gerindra dan PAN, Ustad Zainal mengaku nervous. Maklum saja baru terhitung 1 Juli 2020 dia resmi mundur dari ASN untuk mendampingi Hj. Sulianti Murad sebagai calon Banggai II di pilkada 9 Desember 2020.

“Mohon maaf saya agak grogi sedikit. Ketika masuk dalam ranah politik saya baru rasakan. Ternyata politik itu enak-enak pidis. Dan ketika sudah masuk dalam ranah ini, maka yang harus kita lakukan adalah jadi pengobat umat yang gelisah,” pesan Ustad Zainal.

Moto yang diproklamirkan paslon HATIMU, membangun dengan hati, bagi Ustad Zainal sudah sangat tepat.

Satu Ilustrasi kembali disampaikannya, “semua orang bisa bilang cinta, tapi tidak semua orang bisa Setia. Sebab kesetiaan itu adalah kemumpuan hati untuk merasakan apa yang masyarakat rasakan”.

Ustad Zainal optimistis, bersama calon bupati Banggai, Anti Murad dapat memenangkan kompetisi pilkada. Dasar keyakinannya, tidak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah. Karena yang namanya rezeki, meski di atas kepala harimau, kalau Allah katakan itu milik kita, maka tidak mungkin tertukar dengan milik orang lain.

Satu pesan moril disampaikan putra almarhum H. Alihamu ini kepada parpol pengusung serta simpatisan HATIMU, “jangan kita menghujat siapa saja lawan kita. Tapi kita berbicara dari hati ke hati. Jika ada 99 kesalahan lawan politik kita, maka fokus pada 1 kebaikannya. Dan jika ada 99 kebaikan pada diri kita, maka fokus pada 1 kesalahan kita. Dengan begitu kita akan memahami apa yang dirasakan orang lain”.

Sebelum menutup pencerahan, Ustad Zainal berpantun, “Jika kita sudah bersama, dalam arti Gerindra dan PAN, maka jangan lagi diajak untuk bertengkar. Jika kita sudah bersama sama, dalam artian berdekatan, maka jangan kita berpaling ke lain hati”. *

 

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: