Duet Anwar-Sigit Resmi Kantongi SK DPP PAN, Oskar: Polemik Selesai

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menyerahkan SK DPP PAN kepada kandidat calon wakil Gubernur Sulteng, Sigit Purnomo alias Pasha, bertempat di rumah jabatan Widya Candra Jakarta, tadi malam. (Foto: Istimewa)

Palu, LUWUK TIMES— Anwar Hafid-Sigit Purnomo alias Pasha (AS) resmi mengantongi SK DPP PAN tentang persetujuan pasangan calon (paslon) gubernur/wakil gubernur Sulteng. Surat bermodel B.1-KWK tertanggal 30 Juni 2020 itu diserahkan langsung Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jendral Eddy Soeparno.

“Tadi malam sudah diserahkan SK nya. Kebetulan saya juga ada di Jakarta. Informasi langsung dan kita lihat bersama,” kata Ketua DPW PAN Provinsi Sulteng, Oskar Paudi yang dikonfirmasi Luwuk Times, Rabu (15/07/2020).

“Pak Ketum dan pak Sekjen yang menyerahkan langsung kepada kandidat calon gubernur/wakil gubernur Sulteng di rumah jabatan di jalan Widya Candra Jakarta,” sambung Oskar.

Dengan dikantonginya SK bernomor PAN/A/Kpts/KU-SJ/148/VI/2020 oleh paslon AS, maka tekan Oskar tidak ada lagi perdebatan tentang kemana arah dukungan PAN di pilkada Sulteng. “Tidak ada lagi perdebatan. Itu SK lho yang nantinya dibawah ke KPU,” tegas Oskar.

 

Baca juga: Bakal Bersaing dengan ID di Pileg Sulteng, Begini Kata Irwanto Kulap

 

Bahkan sambung mantan anggota DPRD Banggai ini, dengan lahirnya SK itu, maka selesai semua polemik yang selama ini cukup viral di media sosial. “Saya kira keputusan DPP PAN inilah yang terbaik. Semua kader wajib mengamankannya,” jelas Oskar.

Dihubungi terpisah, Ketua tim pemenangan AS, Moh. Darwis Kamaluddin menginformasikan, selain PAN, Partai Demokrat, Perindo dan PPP juga memberi dukungan buat kandidatnya. Malah sambung Darwis, saat ini pihaknya menunggu keputusan PDIP.

 

SK DPP PAN yang ditanda-tangani Ketum Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno yang diberikan kepada paslon gubernur/wakil gubernur Sulteng, Anwar Hafid-Sigit Purnomo (AS).

 

“Setelah PDIP bergabung maka total dukungan buat AS sebanyak 15 kursi. Dengan demikian melampaui syarat minimal 9 kursi,” kata Darwis.

Bahkan tidak menutup kemungkinan sambung Darwis, Partai Golkar juga akan bergabung dalam partai koalisi mengusung AS. “Dengan Golkar masih dibangun komunikasi,” kunci Darwis. *

 

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: