Distribusi Logistik KPU Banggai Dikritik, Anny: Pileg 2019 PDIP Dirugikan

Fungsionaris PDI Perjuangan Kabupaten Banggai, Anny Kushardjanti mengkritisi pendistribusian logistik pada pileg 2019, di hotel Swiss Bell Luwuk, Senin (29/06/2020). (Foto: Sofyan Labolo)

Luwuk, LUWUK TIMES— Keterlambatan pendistribusian logistik yang berakibat terjadi penundaan pencoblosan pada sejumlah daerah pemilihan (dapil) di pemilu legislatif (pileg) 2019, masih kental di benak perwakilan partai politik (parpol) yang hadir pada sosialisasi PKPU 5/2020 di hotel Swiss Bell Luwuk, Senin (29/06/2020).

Pada pertemuan itu, arus kritikkan deras mengalir dari perwakilan parpol kepada KPU. Dari sejumlah parpol yang masih saja mempersoalkannya, termasuk diantaranya PDI Perjuangan.

Menurut Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai, Anny Kushardjanti, pendistribusian logistik pilkada nantinya, harus menjadi perhatian serius KPU Kabupaten Banggai. Jangan sampai pengalaman buruk di pileg 2019 terulang kembali. “Jadikan pileg 2019 sebagai pengalaman berharga di pilkada 2020,” saran Anny.

 

Baca juga

285 Ribu Pemilih di Pilkada, 255 Ribu Pemilih di Pileg, Kemana 30 Ribu Pemilih?

 

Mantan anggota DPRD Banggai ini mengaku, sebagai partai pemenang pileg tahun lalu, partainya dituding telah berkonspirasi dengan penyelenggara pemilu, sehingga terjadi keterlambatan penyaluran logistik.

Padahal sambung mantan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai ini, tidak tepatnya waktu mendistribusi logistik di TPS malah merugikan partainya. “Kami rugi. Karena lambat logistik, konstituen kami tidak datang memilih. Sebenarnya kami mendapat 3 kursi dan bukan hanya 2 kursi di dapil itu,” kata Anny.

Diakhir komentar, Anny kembali mempertegas kepada seluruh komisioner KPU Banggai dan perangkat adhoknya agar lebih professional dalam melaksanakan tugas, utamanya dalam mendistribusi logistik pilkada 2020. “Saya minta kepada KPU untuk lebih teliti lagi,” tutup Anny. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: