Dikritik Badrin, Ini Tanggapan Sri Lalusu dan I Putu Gumi

Sri Indraningsih Lalusu dan I Putu Gumi


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Dua politikus PDI Perjuangan menyikapi kritikkan Badrin Nonsi. Sri Indraningsih Lalusu dan I Putu Gumi angkat bicara terkait desakan Badrin kepada DPP agar keduanya dipecat sekaligus di PAW di lembaga legisatif.

Dikonfirmasi via ponsel, Minggu (31/05/2020) Sri Lalusu menanggapi santai pernyataan Badrin.

“Sebagai senior partai yang sudah 20 tahun di PDIP, saya hanya bisa tersenyum dengan komentar orang yang baru masuk di PDIP. Seumur jagung,” kata Sri Lalusu. “AD/ART saja mereka tidak tahu sepenuhnya,” tambah Bendahara DPD PDIP Provinsi Sulteng ini.

Harusnya sambung Ketua Komisi 1 DPRD Sulteng ini, Badrin dapat membedakan antara rekomendasi penugasan dengan rekomendasi yang bersifat final. “Rekomendasi penugasan dan rekomendasi tetap sebagai pasangan calon yang sudah paten saja dia tidak tahu membedakannya,” kata Sri Lalusu.

Terhadap kebijakan DPP itu, lanjut Sri Lalusu dirinya punya sikap. “Makanya sikap saya saat ini adalah wait and see,” kata Sri Lalusu.


Baca juga: Badrin Nonsi: Kader PDIP Mbalelo harus Dipecat dan PAW


Jika ingin menjadi sosok politikus, mestinya memiliki prinsip dan kesetiaan terhadap partai. Ketika konsep itu tidak dapat dilakukan, maka jadilah politikus kutu loncat.

“Harus bisa dibedakan, mana politikus yang punya prinsip dan kesetiaan pada partai, dengan politikus kutu loncat,” sindir Sri Lalusu.

Bagi Sri Lalusu, politikus kutu loncat itu, tidak punya pondasi yang kuat dalam perjuangan politik. Sebab selalu berpindah mencari peluang. Nilai militansinya gampang terukur. Tidak ada keteguhan dalam berpartai. Dimana ada asap disitu mendekat.

Soal baliho yang sebelumnya disindir Badrin juga diluruskannya. “Coba lihat baliho SIP (Sri Indraningsih-Putu Gumi). Tulisannya bakal calon bupati/wakil bupati. Dan itu sudah dikaji, sebelum para ahli berkomentar. Karena semua pasangan calon statusnya masih bakal calon,” jelas Sri Lalusu. Sebelum menutup pernyataan, Sri Lalusu mendoakan Badrin “semoga diberikan kesembuhan dan kemudahan dari Allah Swt, Amin”.

Dikonfirmasi terpisah, I Putu Gumi mengaku tidak perlu memberi tanggapan balik terhadap statemen Badrin Nonsi. Alasannya, Badrin bukan kader PDI Perjuangan.

“Saya tidak perlu tanggapi. Dia bukan kader PDI Perjuangan. Lagi pula menyangkut PAW ata pemecatan, itu wewenang DPP,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banggai ini. *

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: