Dianggap Pembangkangan Buat PDIP, Badrin Minta Baliho SIL Diturunkan

Badrin Nonsi saat berada di sekretariat HY2P di Kelurahan Karaton Kecamatan Luwuk, beberapa waktu lalu. (Foto: Sofyan Labolo/Luwuktimes.com)


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Baliho bakal calon bupati/wakil bupati Banggai, Sri Indraningsih Lalusu-I Putu Gumi (SIL) masih terpasang di beberapa tempat di Kota Luwuk. Bagi fungsionaris PDIP, Badrin Nonsi, itu merupakan pembangkangan terhadap partai. Dia pun mendesak agar baliho itu segera diturunkan.

“Mendingan cabut saja baliho bakal calon bupati/wakil bupati itu. Nda nyampai itu. Malah hanya melemahkan logo PDIP,” kata Badrin kepada media Luwuktimes.com Senin (2/06/2020).

Badrin juga mengajak kepada semua pengurus, kader dan simpatisan banteng moncong putih di daerah ini untuk merapatkan barisan dalam memenangkan Ketua DPC PDIP Kabupaten Banggai, Herwin Yatim sebagai calon bupati di pilkada 2020.

“Ayo kita bersama-sama saja memenangkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai Herwin Yatim untuk periode ke 2 sebagai Bupati Banggai,” ajak Badrin.

Menyangkut statemen tentang kutu loncat dan bukan kader partai yang sebelumnya disampaikan Sri Lalusu dan I Putu Gumi disikapi Badrin.

Bicara soal kader parta tidak dilihat seberapa lama orang dalam internal partai. Namun dilihat seberapa banyak sumbangsih atau seberapa besar perbuatan seseorang dalam internal partai tersebut.


Baca juga: Dikritik Badrin, Ini Tanggapan Sri Lalusu dan I Putu Gumi


Badrin mencontohkan, dalam beberapa kali pemilu legislatif, PDIP gagal menjadi partai yang mendominasi kursi di DPRD Banggai. Tapi, ketika tampuk pimpinan partai berada digenggaman Herwin Yatim, maka target tersebut mampu direalisasikan.

Dan fakta ini sambung Badrin, membuktikkan bahwa Herwin merupakan kader terbaik yang dipunyai PDIP. Sehingga sudah sewajarnyalah di pilkada tahun ini mendapat rekomendasi partai sebagai calon bupati Banggai dan bukan kader lainnya.

“Itu ada buktinya, pak Herwin kader terbaik, karena pencapaian target politiknya nyata. Lantas dimana pemahaman kutu loncatnya,” tanya Badrin.

Anehnya sambung Badrin, ada kader PDIP yang menuding kutu loncat, tapi malah tidak memberikan kontribusi berarti buat partainya.

“Ya, kepada pak Gumi jangan lagi ada kata-kata kutu loncat dalam politik. Anda sendiri belum memberikan sumbangsih apa-apa ke PDIP. Jangan hanya anda tidak mendapatkan jabatan Ketua DPRD lantas seperti itu,” kata Badrin.

“Harus intropeksi diri. Bicara soal partai, saya lebih senior dibanding anda,” tambah Badrin. *

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: