Dampingi Anti Murad, Tiga Syarat Ini Harus Dipenuhi Zainal Abidin Alihamu

Zainal Abidin Alihamu


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Zainal Abidin Alihamu bakal menjadi calon wakil bupati Banggai mendampingi Sulianti Murad di pilkada Banggai 9 Desember 2020. Kalau itu tak sekadar wacana, maka Zainal menjadi satu-satunya aparatur sipil negara (ASN) yang masuk sebagai kontestan pilkada.

Ada tiga syarat yang harus dipenuhi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banggai ini untuk memuluskan pencalonannya bersama Ketua Persatuan Wanita Islam (Perwis) Kabupaten Banggai di pilkada Banggai.

Divisi Teknis KPU Kabupaten Banggai, Makmur Manesa yang dimintai pendapat soal ASN mencalonkan diri di pilkada, Selasa (09/06/2020) memberi penjelasan secara teknis.


Baca juga: Ini Alasan Jika Anti Murad Berpeluang Merebut SK Partai Golkar


Dokumen syarat calon bagi ASN yang akan mencalonkan sebagai bupati/wakil bupati yaitu membuat surat pernyataan dengan menggunakan formulir BB.1-KWKB bersedia mengundurkan diri dari PNS.

Formulir tersebut harus dilengkapi dokumen syarat calon. Pertama, surat pengajuan pengunduran diri sebagai PNS, tanda terima dari pejabat yang berwenang atas penyerahan surat pengunduran diri atau pernyataan berhenti serta surat keterangan bahwa pengunduran diri atau pernyataan berhenti sedang diproses oleh pejabat yang berwenang.

“Khusus ketiga dokumen tadi paling lama lima hari sebelum tanggal penetapan calon sudah diterima KPU kabupaten. Atau dokumen itu dimasukan pada tahapan penerimaan pendaftaran sampai penetapan paslon,” kata Makmur.

Dan ketentuan tersebut sambung Makmur, berlaku juga bagi anggota DPR yang akan mencalonkan. Adapun regulasinya sebut Makmur, PKPU nomor 1/2020 tentang pencalonan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan/atau wali kota dan wakil wali kota. *

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: