Copot Baliho bukan Ranah Partai, Kader PDIP harus Solid

Ismail Indek


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Debat statemen antara Badrin Nonsi versus Sri Indraningsih Lalusu dan I Putu Gumi, memaksa Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai, Ismail Indek bersuara.

“Stop perang pernyataan di media,” tegas Ismail yang ditemui di ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banggai, Selasa (02/06/2020).

Ismail yang juga tenaga ahli Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banggai ini berujar, pencopotan baliho bakal calon bupati/wakil bupati Banggai, Sri Indraningsih Lalusu-I Putu Gumi bukanlah kewenangan partai. Akan tetapi itu merupakan ranah lembaga pengawas pemilu.


Baca juga: Dibayangi Anti Murad, Bali Mang Sebut Pilkada Masih Gaib


“Itu bukan ranah partai, melainkan kewenangan Bawaslu. Dan pencabutan baliho harus mendasari tahapan pemilihan. Sementara draf PKPU yang mengatur jadwal pilkada belum disahkan,” kata Ismail.

Debat di media dengan melibatkan sesama kader bagi Ismail, tidaklah etis. Pasalnya, lahir kesan di publik bahwa PDIP tidak solid. Pertimbangan itulah, sehingga Ismail secara tegas meminta untuk menghentikan polemik tentang baliho.

“Kita tidak ingin di internal partai terjadi disharmonisasi. Sebab kita ingin solid. Apapun yang menjadi keputusan partai, semua kader wajib mengamankannya,” tegas politikus yang biasa dipanggil Ilong ini. *

Pewarta: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: