Blusukan di Pasar Simpong, Para Pedagang Curhat Kepada Sulianti Murad

Calon bupati Banggai, Sulianti Murad dan calon wakil bupati Banggai blusukan di pasar Simpong, Rabu (05/08/2020) tadi pagi. (Foto-Foto: Tim HATIMU)

(advertorial)

Luwuk, LUWUK TIMES – Harapan besar masyarakat Kabupaten Banggai agar kedepan Sulianti Murad dapat memimpin daerah ini, tergambar jelas saat calon bupati (cabup) ini bertandang ke pasar Simpong Rabu (05/08/2020). Mereka curhat berbagai hal kepada Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banggai tersebut.

Pagi tadi, Sulianti Murad didampingi calon Banggai II, Zainal Abidin Alihamu berkunjung ke Pasar Simpong.

Pasangan calon (paslon) bertagline HATIMU ini berkesempatan bincang-bincang dengan para pedagang.

Kepada calon pemimpin daerah, para pedagang curhat berbagai hal. Salah satunya terkait menurunnya omset mereka dalam berjualan.

“Sejak Januari sampai Juli ini omset kami turun drastis. Para pembeli sepi,” keluh salah seorang pedagang kepada Sulianti Murad.

Mereka pun binggung, apa yang menjadi kendala sehingga pendapatan tidak lagi signifikan dibanding beberapa tahun lalu.

Baca juga: Lobi Politik Anti Murad, Tim Pemenangan Parpol Koalisi HATIMU Bakal Diisi 15 Kursi

“Kami juga tidak tahu ibu, apa penyebabnya,” jawab pedagang itu kepada Sulianti dan Zainal.

Pedagang lain berpendapat, pemicu sehingga pendapatan pedagang tidak lagi hoki, karena perputaran uang di Kabupaten Banggai tidak lancar.

Salah satu indikatornya, karena proyek fisik di Kabupaten Banggai tidak dikelola para kontraktor lokal. Sehingga tidak terjadi perputaran ekonomi yang lancar di daerah ini.

“Saya ini cuma pedagang kecil. Tapi saya tahu pemicunya sehingga ekonomi di pasar Simpong menjadi lesu. Bisa dibayangkan saja jika proyek fisik sekitar 75 persen dikerjakan kontraktor luar Kabupaten Banggai. Bagaimana bisa hidup kita orang lokal,” tutur sumber.

Imbasnya sambung dia, tak hanya para tukang, baik kayu maupun tukang batu yang gigit jari. Tapi kami juga pedagang merasakan hal yang sama. Pasalnya, uang lari keluar daerah.

Persoalan kemudian semakin kompleks, ketika tidak sedikit kontraktor lokal yang belum dibayarkan hasil kerjanya di tahun anggaran ini.

Mendengar curhatan para pedagang, paslon HATIMU tak sebatas prihatin. Tapi lebih dari itu, setelah mendapat amanah rakyat sebagai bupati dan wakil bupati, akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan perubahan kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat kecil tersebut.

“Ini menjadi catatan sekaligus masukkan bagi kami. Insyallah jika terpilih menjadi Bupati, semua kebijakan yang tidak populis kami evaluasi,” ucap Sulianti Murad dengan mimik serius. *

 

Reporter: Ratnowan

Editor: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: