B’Hepy Dekati Gerindra, Berpeluang Diusung Lima Parpol

Bakal calon wakil Bupati Banggai, Hepy Y. Manopo (kiri) bersama politisi senayan Partai Gerindra Supratman Andi Agtas. (Foto: Istimewa)

LUWUKTIMES.com— Komunikasi politik di level DPP masih intens dilakukan bakal pasangan calon (paslon) Bupati/Wakil Bupati Banggai, Samsulbahri Mang-Hepy Manopo.

Baru baru ini paket dengan jargon B’Hepy ini membangun manuver politik di Partai Gerindra. Itu tercermin lewat pertemuan antara anggota DPR RI Partai Gerindra Supratman Andi Agtas dan Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng Longki Djanggola bersama Hepy Manopo.

Pertemuan antara elit Gerindra dengan calon Banggai II Bali Mang itupun berlangsung penuh keakraban.

Di pilkada Banggai, Partai Gerindra diprediksi akan mengusung Sulianti Murad sebagai calon bupati. Kans itu memang terbuka lebar. Sebab pasca ditinggalkan Mustar Labolo, tampuk pimpinan di partai berlambang kepala burung Garuda di Kabupaten Banggai ini diberikan kepada Anti Murad-sapaan Sulianti Murad.

Akan tetapi ada dua hal yang masih mengganjal putri pengusaha sukses Murad Husain ini untuk menjadi kontestan di pilkada yang rencananya dihelat 9 Desember 2020 ini.

Pertama, Gerindra belum bersyarat mengusung paslon tanpa membangun koalisi dengan parpol lain. Perwakilan Gerindra di DPRD Banggai hanya 4 kursi. Minimal ada penambahan 3 kursi untuk memenuhi syarat minimal dukungan parpol atau gabungan parpol.

Baca juga

Bangun Generasi Muda Menyongsong Indonesia Emas

Kedua, siapa calon Banggai II Anti Murad juga masih samar. Awalnya cukup kencang, Ketua Perwis Kabupaten Banggai ini menggandeng Abd. Haris Hakim sebagai Banggai II. Tapi wacana itu belakangan meredup.

Ditengah ketidakpastian Anti untuk meramaikan bursa pilkada serentak ini, sepertinya terbaca kubu B’Hepy. Pendekatan politik pun dibangun terhadap elit Partai Gerindra.

Peluang B’Hepy untuk merebut rekomendasi ataupun surat keputusan (SK) DPP Partai Gerindra tentang pencalonan juga tidak bisa dipandang sebelah mata oleh publik.

Dengan modal Partai Golkar, PAN, Hanura serta disebut sebut PKB juga akan merapat, setidaknya menjadi pertimbangan tersendiri buat para penentu kebijakan di DPP Partai Gerindra.

Artinya, Partai Gerindra akan lebih memilih bakal paslon yang telah terpenuhi syarat minimal koalisi, ketimbang partai ini hanya akan menjadi penonton di pilkada Banggai.

Apalagi di dalam aturan jelas disebutkan, ketika ada parpol tidak berpartisipasi dalam pilkada ini, maka konsekwensinya tidak akan menjadi peserta di pilkada selanjutnya. *


(st)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: