Aswan Sarankan HY tak Mendaftar di KPU, Suprapto: Biarkan Seperti Air Mengalir

Aswan Ali dan Suprapto

Luwuk, LUWUKTIMES.COM – Aswan Ali yang juga praktisi hukum Kabupaten Banggai menyarankan kepada calon bupati petahana Herwin Yatim (HY) untuk tidak mendaftar sebagai calon bupati di pilkada Banggai 2020.

Rilis yang dikirimnya ke Luwuktimes.com Minggu (30/08/2020), Aswan mengatakan, dengan tidak mendaftar di KPU pada tanggal 4-6 September 2020, maka HY dapat dikenang oleh masyarakat Kabupaten Banggai sebagai sosok politisi dan pemimpin yang berjiwa kesatria dan tidak ambisius mengejar suatu jabatan di daerah ini.

Ketua DPC Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kabupaten Banggai ini menampik bahwa saran ini tidaklah bermuatan sentimen pribadi maupun politik dengan HY. Sarannya itu didasarkan semata-mata mengingatkan agar HY bisa terhindar dari memikul beban, baik secara moril maupun politis.

Aswan menjelaskan, sebagai warga negara, sebenarnya HY di muka hukum dijamin oleh konstitusi hak-haknya untuk memilih dan dipilih dalam jabatan-jabatan politik.

Namun patut dicamkan, dalam menjalankan hak dan kewajiban konstitusionalnya sebagai bupati, HY telah terbukti melanggar sumpah dan janjinya sebagaimana dirumuskan dalam Keppres No. 16 tahun 2016 tentang Tata Cara Pengucapan Sumpah Dan Janji Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.

Pada pasal 18 ayat (3) sumpah dan janji itu dirumuskan, “Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai penjabat bupati dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, Nusa dan bangsa”.

Nah, ketika Bupati HY melanggar larangan sebagaimana telah diatur dalam UU No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada, dimana ia telah melakukan penggantian pejabat dimasa terlarang, maka itu HY patut dikualifisir telah melanggar sumpah/janji jabatannya.

Sejatinya kepala daerah yang melanggar sumpah/janji jabatan, sesuai ketentuan UU Pemda, pejabat bersangkutan dapat diberhentikan dari jabatannya. Akan tetapi oleh karena sanksi bagi bupati yang melanggar ketentuan UU Pilkada telah diatur khusus dalam UU Pilkada, maka sanksinya bukanlah pemberhentian dari jabatannya, melainkan diberi sanksi untuk tidak diikutsertakan sebagai calon Pilkada, sebagaimana diatur pada pasal 71 ayat (2) dan ayat (5).

Oleh karena itu dari pada nanti akan menanggung beban moril dan politik, dimana PDIP dan parpol koalisinya ditolak oleh KPU dengan memberi sanksi TMS atau tidak memenuhi syarat terhadap bakal paslon yang didaftarkannya, maka saran Aswan lagi sebaiknya HY tidak ikut berkompetisi di Pilkada, dan memberi kesempatan kepada kader PDIP lainnya menggantikan dirinya.

Tapi kalau toh HY tetap bersikukuh menjalankan rekomendasi yang  diamanatkan oleh DPP PDIP, hal itu terserah saja pada sikapnya, meskipun konsekwensi hukumnya sudah sangat jelas, yakni bakal dinyatakan TMS.

Oleh karena sudah ada preseden di beberapa daerah, seperti Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo dan Kota Kupang NTT secara de jure dan de facto bakal calon petahana yang sebelumnya diloloskan oleh KPU setempat.

Namun kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung dan DKPP. Putusan pembatalan paslon Pilkada ini tentunnya akan menjadi rujukan pada sidang sengketa  Paslon Pilkada selanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai, Suprapto yang diklarifikasi memberi jawaban santun.

“Kami berterima kasih kepada saudara Aswan Ali yang turut memberi perhatian pada paslon Winstar (Herwin-Mustar) dan kepada ketua partai kami,” kata Suprapto.

Akan tetapi lanjut Ketua DPRD Banggai ini, janganlan justru dominan melakukan justifikasi, bahkan upaya mendelegitimasi kepada HY sebagai paslon. Artinya pertegas Suprapto, jangan mendahului deskresi sistem penyelenggara pemilu, terlebih lagi kehendak Tuhan.

“Segala sesuatunyakan berproses. Biarkan seperti air mengalir. Yang jelas kami juga memberi hormat kepada saudara Aswan Ali yang telah memberi perhatian,” kunci Suprapto. *

Baca juga: Menangkan HATIMU Keluarga Besar Murad Husain Turun Full, Sofhian Mile Penasehat Tim

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: