Nasib Golkar di Pilkada Banggai

Oleh: Sofyan Labolo

Pemimpin Umum Luwuk Times

 

PARTAI Golkar sukses mengantarkan Sofhian Mile-Herwin Yatim sebagai bupati dan wakil bupati Banggai di pilkada 2011. Saat itu beringin rindang berkoalisi bersama PDI Perjuangan, Partai Damai Sejahtera (PDS) dan Partai Gerindra.

Raihan suara Smile Win (tagline Sofhian Mile-Herwin Yatim, red) pada pilkada sembilan tahun lalu itu hanya terpaut 4.391 suara dengan pesaing beratnya (petahana, red), Ma’mun Amir-Faizal Mang. Smile Win 65.560 suara, sedang Ma’mun-Faizal yang menggunakan jalur perseorangan mengoleksi 61.169 suara.

Kesuksesan Partai Golkar tak terulang di pilkada Banggai selanjutnya. Dualisme kepengurusan di DPP memaksa kader di daerah, termasuk di Kabupaten Banggai mengikut.

Dari tiga pasangan calon (paslon) di Pilkada Banggai tahun 2015, kader Golkar terbelah menjadi dua. Satu kubu mendukung paslon Sofhian Mile-Sukri Djalumang. Sedang gerbong kedua berapiliasi pada paslon Ma’mun Amir-Batia Sisilia Hadjar.

Nyaris saja lahir tiga kelompok Partai Golkar. Yakni bakal calon bupati Sukrisnanto Setjoadi alias Ko Sin. Alih-alih menjadi kontestan pilkada, Ko Sin terlebih dahulu tereliminasi di KPU Banggai.

Karena dualisme dukungan, sehingga Partai Golkar tidak masuk kategori sebagai partai politik pengusung kandidat. Berdasarkan data KPU Banggai, Sofhian Mile-Sukri Djalumang diusung Gerindra, PAN dan Partai Hanura. Sementara Ma’mun Amir-Batia Sisilia Hadjar disokong NasDem, PKS dan PKB.

Partai Golkar benar-benar bernasib tak beruntung. Sudah bermain dua kaki, namun yang didukungnya kalah. Herwin Yatim-Mustar Labolo yang hanya mendapat dua perahu politik, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat justru menjadi jawara. Winstar (Herwin-Mustar) meraup 69.315 suara atau 37,95 persen sementara posisi kedua, Ma’mun-Batia 61.571 suara atau 33,71 persen.

 

PILKADA 2020

Keinginan Golkar mendorong kadernya untuk tampil sebagai calon bupati di pilkada Banggai 2020 sangatlah besar. Sebagai Ketua DPD Partai Partai Golkar Kabupaten Banggai, Samsulbahri Mang menjadi calon tunggal.

Sekalipun tanpa rival internal, Bali Mang-sapaan karib mantan Ketua DPRD Banggai dua periode berturut-turut ini, sepertinya sulit merealisasikan hasrat politiknya tersebut. Kendalanya ada di koalisi.

Selain Golkar ada PAN dan Partai Hanura. Gabungan partai dengan sembilan kursi di parlemen lalong ini, sebenarnya sudah cukup mengantarkan Samsulbahri Mang dan Heppy Y. Manopo sebagai kontestan di pilkada 9 Desember 2020. Dan komitmen itu sudah terbangun saat ketiga parpol itu menggelar deklarasi di sekretariat pemenangan B’Heppy di Kelurahan Maahas Kecamatan Luwuk Selatan, beberapa waktu lalu.

Tapi konstalasinya berubah. PAN kabarnya berpindah dukungan. Dari yang sebelumnya B’Heppy menjadi Sulianti Murad-Zainal Abidin Alihamu. Dasarnya adalah surat keputusan (SK) DPP PAN yang ditanda-tangani Ketua Umum dan Sekjen, yang terakhir terbit. Sekalipun fungsionaris DPD PAN Banggai, Ferry Saadjad mengaku, secara fisik kedua SK itu belum ada tembusan di kabupaten. Yang ada hanyalah rekomendasi tim Pilkada DPP PAN terhadap pasangan calon Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulili (AT-FM) sekaligus surat pencabutan rekomendasi kepada pasangan calon petahana, Herwin Yatim-Mustar Labolo.

Hengkangnya PAN, membuat Partai Hanura bergeming. Meski hanya satu perwakilan di lembaga legislatif, namun Hanura tak ingin menjadi penonton di pilkada Banggai alias parkir. Sinyal Hanura akan bersikap, diutarakan Sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Banggai, Suharto Yinata. “Hanya ada dua alternatif. Apakah ke Anti Murad atau Amirudin Tamoreka,” kata Suharto di kantor DPRD Banggai, belum lama ini.

Jika benar PAN lepas serta Hanura mengikut, maka Golkar dipastikan sebatang kara. Tanpa koalisi, Golkar tidak bersyarat mengusung pasangan calon. Dengan demikian, peluang Bali Mang menjadi calon Banggai I sangat kecil. Belum lagi, informasi berkembang bahwa Sulianti Murad juga punya keinginan menggunakan Golkar sebagai tumpangan politiknya menuju kontestasi Pilkada Banggai.

Dinamika ini ditanggapi santai Bali Mang. Saat dikonfirmasi di ruang Fraksi Partai Golkar DPRD Banggai, Bali Mang menyebut pilkada Banggai masih gaib. Sementara Sekretaris Fraksi Partai Golkar, Irwanto Kulap yang terkenal vokal, saat ini memilih tidak berkomentar. “Untuk saat ini saya no comment dulu,” kata Irwanto di depan kantin Aspirasi DPRD Banggai, Rabu (17/06/2020). *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: