Tujuh Patriot Olahraga yang Layak dapat Penghargaan dari Dispora Banggai

Dari kiri Fernando Kekung, Alan Nuary Abdussama, Samsulbahri Mang dan Alfian Djibran

Luwuk, LUWUKTIMES.COM – Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kabupaten Banggai akan memberikan penghargaan kepada para atlet dan pemerhati olahraga, yang dinilai telah memberikan kontribusi besar sekaligus membawa nama harum daerah ini, baik kanca regional, nasional maupun internasional.

Pemberian reward itu rencananya dilaksanakan pada momentum peringatan hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2020 mendatang. Dan itu secara tegas disampaikan kata Kadispora Kabupaten Banggai Syofyan Lalusu, kepada Luwuktimes.com, Selasa (18/08/2020).

“Pada peringatan sumpah pemuda nantinya kategorinya diperluas. Sudah pasti jumlahnya lebih banyak. Sebab selain pemerhati olahraga juga Pengcab dan atlet berprestasi. Dan sudah pasti kami akan berkoordinasi dengan KONI,” kata Syofyan.

Sudah barang tentu, Dispora Kabupaten Banggai tidak sekadar main comot nama-nama yang akan diberikan reward tersebut. Akan tetapi harus didasari dengan indikator yang jelas, sehingga tidak melahirkan komplain.

Media Luwuktimes.com mencoba menyajikan tujuh nama patriot olahraga yang dianggap pantas untuk menerima reward. Setidaknya ini menjadi referensi bagi OPD teknis tersebut.

Dari kiri Sulianti Murad, Sugiarto Djanun dan Muntasar Abd. Azis

Pertama, Fernando Kekung. Atlet muda panjat tebing ini tak sekedar mengangkat nama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Banggai, yang selama dihelatnya Porprov di Sulteng, atletnya kerap tak membawa pulang medali.

Akan tetapi pada ajang olahraga empat tahunan di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) tahun lalu itu, Fernando sukses mendongkrak peringkat kontingen Kabupaten Banggai. Nando-begitu sapaannya mengoleksi 3 medali emas.

Informasi yang terima, Fernando sukses meraih posisi kedua dilaga final kategori Combined Putra di Kejuaraan Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) zona III. Hasil itu memastikan Fernando menjadi salah satu peserta PON mewakili Sulteng, yang akan dilaksanakan di Provinsi Papua tahun 2020.

Kedua, Alan Nuary Abdussama. Meski berusia muda, namun atlet karateka yang satu ini boleh dikata telah banyak makan asam garam. Sejumlah prestasi ditorehkannya, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, regional, nasional hingga level internasional atau manca negara.

Selain sebagai atlet yang langganan juara di kelas kumite -55 kg ini, Alan juga aktif sebagai pelatih serta bertugas sebagai staf di Sekretariat KONI Kabupaten Banggai. Bahkan dia juga diberi tanggung jawab sebagai juru kunci Dojo Forki Kabupaten Banggai.

Ketiga, Samsulbahri Mang. Siapa yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini. Sekalipun politisi, tapi andilnya di dunia olahraga Kabupaten Banggai tidaklah kecil.

Mantan Ketua Umum KONI Banggai periode 2012-2019 ini telah banyak memberikan kontribusi dalam pengembangan olahraga prestasi di daerah ini. Salah satu yang menonjol adalah, mampu mengalokasikan anggaran buat induk olahraga tersebut terbesar, sepanjang keberadaan KONI di daerah ini.

Dan Bali Mang yang saat ini sebagai Dewan Pembina KONI Banggai ini juga turut andil mengantarkan kontingen Kabupaten Banggai masuk tiga besar perolehan medali di Porprov se Sulteng yang dilaksanakan di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2019.

Keempat, Alfian Djibran. Tokoh birokrasi yang satu ini dikenal sebagai sosok pendobrak multi talenta di dunia olahraga. Kejayaan sepak bola pada Porprov di Kabupaten Banggai tahun 2006 silam, tidak lepas dari kontribusi Alfian.

Lewat tangan manisnya, sebagai Ketua PSSI Kabupaten Banggai kala itu, skuat tuan rumah menang di partai final saat menjamu kesebelasan Kota Palu di lapangan sepak bola Kilongan Kecamatan Luwuk Utara.

Hasilnya itu sekaligus mengantarkan kontingen Kabupaten Banggai sebagai runner-up pada Porprov se Sulteng yang pertama kali dilaksanakan di luar kota Palu itu.

Kelima, Sulianti Murad. Gateball termasuk cabang olahraga baru di daerah ini. Meski begitu tidak menjadi kendala bagi Sulianti Murad untuk membesarkan cabang tersebut.

Terbukti, cabang gateball sudah merambah hingga ke sekolah-sekolah. Puluhan club gateball kini tumbuh bak jamur di Kabupaten Banggai.

Sebagai Ketua Pergatsi Kabupaten Banggai, Sulianti Murad pernah menggelar kejuaraan gateball berlabel Murad Cup tingkat nasional selama 2 kali berturut-turut. Lewat gebrakan itu, para atlet gateball Kabupaten Banggai beberapa kali diundang berlaga, tak hanya tingkat regional dan nasional, tapi hingga pada level internasional.

Keenam, Sugiarto Djanun. Dia memang bukan juri, wasit ataupun atlet. Apalagi menorehkan prestasi. Tapi sosok anak negeri yang satu ini cukup lama meniti karir di KONI.

Kemampuan mengelola manajemen organisasi KONI sejak tahun 2006 sampai dengan saat ini yang dilakoni Sugi-sapaannya, tidak bisa dianggap sepeleh. Buah tangannya itulah menjadikan KONI Banggai ‘disegani’, tak hanya KONI se Sulteng. Tapi hingga KONI di luar provinsi ini.

Kabupaten Banggai ini menjadi KONI percontohan, tidak lah sekadar klaim. Tak hanya beberapa KONI kabupaten di Sulteng yang pernah datang menimbah ilmu. Sekelas KONI Provinsi Gorontalo pun pernah sharing dengan KONI Banggai.

Kelebihan dalam memaneg KONI itulah, sehingga Sugi masih tetap dipercayakan sebagai Kepala Sekretariat sekaligus menjabat sebagai Wakil Sekretaris KONI Banggai.

Tidak itu saja beban tugas yang diembannya. Sugi juga tercatat memegang jabatan penting sebagai pengurus inti pada 14 pengcab. Bahkan masuk dalam struktur pengurus KONI Provinsi Sulteng bidang hubungan dearah.

Sugi juga tiga kali berturut-turut sukses mengembang tugas sebagai tim Aju yang merupakan corong kontingen Banggai pada tiga ivent Porprov, masing-masing di Kabupaten Tolitoli tahun 2010, Kabupaten Poso tahun 2015 dan Kabupaten Parigi Moutong tahun 2019.

Ketujuh, Muntazar Abd. Azis. Umurnya tak lagi muda. Tapi semangatnya tak kalah dengan kaum muda. Itu menjadi alasan sehingga Muntasar dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Banggai sampai dengan tahun 2023 mendatang.

Tidak itu saja keunikan Om Tasar-sapaan mantan Ketua Gapensi Kabupaten Banggai ini. Dia tercatat sebagai salah satu ketua Pengcab terlama sepanjang sejarah olahraga di daerah ini. Om Tasar memegang jabatan Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Banggai selama 32 tahun. *

Baca juga: Atlet Protes Indikator Penobatan Pemerhati Olahraga, Ini Klarifikasi Kadispora

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: