Pedagang Kecil di Kilolima Mengaku tak Tersentuh Bantuan Covid-19

Pelaku UMKM di kawasan obyek wisata KM5, Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Sabtu (12/06/2020). Sejak pandemi, mereka belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. (Foto: Arfan/LUWUKTIMES.COM)


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), di kawasan obyek wisata Pantai Kilometer Lima (KM5), Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, belum menerima bantuan apapun dari pemerintah.

Salah seorang pelaku UMKM di obyek wisata KM5, Hasni, menuturkan, sejak awal pandemi di Kabupaten Banggai, baik dirinya maupun pelaku UMKM lainnya di sekitar wisata pantai terdekat di Kota Luwuk, belum menerima bantuan apapun. Baik berupa sembako maupun uang tunai.

“Kalau dari pemerintah sampai sekarang belum ada. Kecuali sebelum lebaran lalu. Ada bantuan, tapi dari H. Samiun (anggota DPRD Banggai) dan pembagian zakat fitrah dari masjid,” katanya, Jumat (12/06/2020).


Baca juga: Jumat Berkah, Simpatisan Pasangan HATIMU Berbagi 1.000 Takjil


Menurutnya, para pelaku UMKM yang mayoritas berjualan pisang goreng, aneka macam jus dan minuman, itu, sangat membutuhkan bantuan. Terlebih sejak pandemi, pendapatan mereka berkurang hingga 90 persen. “Kalau dibilang butuh, jelas sangat butuh (bantuan, red). Kita juga selama korona ini kurang pendapatan,” jelasnya.

Berbeda sebelum pandemi, pendapatan mereka bisa mencapai Rp 200 ribu per hari.  Namun sejak pandemi, pendapatan mereka bahkan tak lebih Rp 20 ribu per hari.

“Bisa dibayangkan, hari Minggu yang seharusnya banyak pemasukan, di musim corona ini pernah hanya laku Rp 7 ribu. Alhamdulillah sekarang sudah mulai membaik. Bisa Rp 100 ribu per hari,” akunya.

Ia sangat berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka. “Kalau bantuan itu ada, biar hanya sembako. Itu sudah sangat membantu,” harapnya. *

Penulis: Fan

Editor: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: