Mulai 10 Juni Lion Air Group Layani Penerbangan Domestik

Foto ilustrasi Lion Air Grup


Luwuk, LUWUKTIMES.com— Lion Air Grup memberikan keterangan terbaru terkait jadwal penerbangan domestik di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali dari dan ke Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk.

Dalam siaran pers yang disampaikan Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, salah satu maskapai terbesar di Indonesia ini, memberikan pernyataan terkait jadwal penerbangan domestik yang rencananya akan dimulai 10 Juni 2020.

“Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group memberikan keterangan terbaru, bahwa rencana memulai operasional penerbangan untuk layanan penumpang berjadwal domestik pada 10 Juni 2020,” katanya.

GM Lion Air Luwuk, Arief, saat dihubungi wartawan membenarkan jadwal penerbangan domestik tersebut. ” Insya Allah besok tanggal 10 Juni,” ucapnya.

Untuk penerbangan maskapai Lion Air Group dari dan ke Bandara Syukuran Aminuddin Amir, menggunakan dua pesawat, yakni Batik Air dan Wings Air.

Sejauh ini pihaknya masih menerapkan rute yang sudah ada, yakni Batik Air Luwuk-Makassar-Jakarta (PP), dan Wings Air Luwuk-Palu (PP), serta Luwuk-Manado (PP).


Baca juga: Disnakertrans Kabupaten Banggai Tangani 10 Kasus Ketenagakerjaan


Berdasarkan Surat Edaran (SE) nomor 7 tahun 2020 tentang Kriteria Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), mengatur kembali syarat yang harus dipenuhi oleh setiap calon penumpang bila akan melakukan bepergian dengan menggunakan pesawat udara.

Menurut surat edaran tersebut, calon penumpang hanya membutuhkan bukti tes kesehatan seperti PCR atau Rapid Test dan atau surat keterangan kesehatan.

Terkait kebijakan tersebut, calon penumpang Lion Air Group yang akan bepergian mulai 10 Juni 2020, wajib memenuhi persyaratan seperti hasil tes kesehatan melalui Rapid Test dengan masa berlaku adalah 3 hari, Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan masa berlaku ialah 7 hari.

Apabila kedua metode tes kesehatan tersebut tidak tersedia di daerah asal, maka calon penumpang harus mendapatkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) dari dokter rumah sakit atau puskesmas. *

Penulis: Man

Editor: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: