Managemen RSUD Amburadul, Pencopotan Direktur Menjadi Kewenangan Bupati

Ketua Komisi 1 DPRD Banggai, Masnawati Muhammad memimpin RDP di kantor DPRD Banggai, Selasa (23/06/2020). (Foto: Sofyan Labolo)

Luwuk, LUWUK TIMES— Rapat dengar pendapat (RDP) tentang kasus meninggalnya bayi dalam kandungan di RSUD Luwuk berjalan alot dan panjang, di kantor DPRD Banggai, Selasa (23/06/2020). Rapat yang dipimpin Ketua Komisi 1 Masnawati Muhammad itu dimulai pukul 13.30 wita dan berakhir pada pukul 16.56 wita. Banjir interupsi turun mewarnai RDP tersebut.

Ada beberapa point yang dihasilkan pada hearing yang menghadirkan Direktur RSUD Luwuk Dr. Yusran Kasim beserta perangkatnya, perwakilan Dinas Kesehatan serta BPJS Kabupaten Banggai, keluarga pasien dan para mahasiswa serta aktivis.

“Setelah kami meminta semua pendapat yang hadir, Komisi 1 menyimpulkan bahwa ada komunikasi terputus antar pimpinan dan bawahan. Kami minta kepada Direktur RSUD Luwuk kedepan perlu dibangun komunikasi dengan para perawat,” kata Masnawati.

Komisi 1 sambung politisi Partai Gerindra ini juga menyimpulkan bahwa managemen RSUD Luwuk amburadul, sehingga sudah sepantasnya dievaluasi. “Managemen RSUD amburadul. Kami minta segera dievaluasi,” kata Masnawati.

Soal #gantidirektur RSUD Luwuk sebagaimana desakan mahasiswa Montolutusan, Masnawati mengaku bukan menjadi ranah DPRD.

“Ganti Direktur RSUD adalah kewenangan bupati. Tapi sekalipun Direktur diganti tidak akan menyelesaikan masalah. Yang paling penting managemen ditata dengan baik.

 

SIAPKAN PENGACARA

Kasus meninggalnya bayi di dalam kandungan di RSUD Luwuk yang diduga tidak punya biaya, viral di media sosial. Orang tua bayi yang berasal dari Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan menuai simpatik dari sejumlah kalangan di Kabupaten Banggai. Desakan mempersoalkan ke ranah hukum pun mencuat.

Dalam RDP di kantor dewan, selain dihadiri pihak berkompoten, tampak pula pengacara keluarga. Masnawati yang memimpin RDP mempersilahkan kepada Yusak Siahaya sebagai pengacara keluarga korban.

Menurut Yusak, telah terjadi kelalaian di RSUD Luwuk, sehingga menyebabkan meninggalnya bayi kliennya di dalam kandungan. Soal dugaan pidana sambung Yusak, masih akan dikaji, itu setelah DPRD mengeluarkan rekomendasi.

“Kami menunggu rekomendasi dewan, setelah itu dugaan pidana kami akan kaji bersama klien,” kata Yusak. *

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: