Ketua Komisi 1 Sebut Kepala BPKAD Alergi dengan DPRD

Kepala BPKAD Kabupaten Banggai absen pada RDP yang dilaksanakan di kantor dewan, Selasa (23/06/2020). (Foto: Sofyan Labolo)

Luwuk, LUWUK TIMES— Untuk kesekian kalinya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Banggai, Marsidin Ribangka tidak memenuhi undangan rapat dengar pendapat (RDP) di kantor DPRD Banggai, Selasa (23/06/2020).

Padahal RDP menyangkut kasus bayi meninggal di RSUD Luwuk yang diduga tidak punya biaya itu, kehadiran Kepala BPKAD sangat dibutuhkan. Ketua Komisi 1 DPRD Banggai, Masnawati Muhammad yang memimpin hearing itupun dibuat berang.

“Kepala BPKAD Kabupaten Banggai alergi dengan DPRD. Hampir setiap kegiatan RDP dia absen. Nanti diancam Pansus baru hadir,” kata Masnawati Muhammad.

 

Baca juga: Managemen RSUD Amburadul, Pencopotan Direktur Menjadi Kewenangan Bupati

 

BPKAD yang hanya diwakili, bagi Masnawati tidak akan melahirkan keputusan. Sebab tidak dapat yang mewakili tidak dapat mengeluarkan kebijakan secara institusi. “Tidak hadirnya Kepala BPKAD bagi saya pelecehan bagi DPRD,” kata Masnawati.

Ketidak hadiran Marsidin diklarifikasi pihak yang mewakilinya. “Pak Kaban absen karena sedang membuat laporan pertanggungjawaban keuangan terkait perubahan anggaran,” kata orang BPKAD dihadapan peserta RDP.

Sementara itu sejumlah pihak yang diundang Komisi 1 hadir. Mereka adalah Direktur RSUD Luwuk, Dr. Yusran Kasim bersama perangkatnya, perwakilan Dinas Kesehatan, BPJS, keluarga pasien yang menjadi korban, para mahasiswa dan aktivis. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: