Keluarga Kecewa, Jasa Thamrin Saadjad tak Dihargai Pemda, Alfian: Sudah Diklarifikasi di Acara

Fery Saadjad

Luwuk, LUWUK TIMES— Keluarga besar Saadjad kecewa. Jasa almarhum Thamrin Saadjad sebagai Sekda Banggai pertama dinilai tidak dihargai Pemda Banggai. Kekecewaan itu disampaikan Fery Saadjad, kepada Luwuk Times, Rabu (08/07/2020).

“Sebagai anak sekaligus atas nama keluarga besar Saadjad, kami kecewa, karena Pemda tidak menghargai jasa Thamrin Saadjad yang putra asli Balantak,” kata Fery berang.

Mantan anggota DPRD Banggai ini menjelaskan, pada upacara peringatan HUT Kabupaten Banggai ke 60 di pelataran kantor Bupati Banggai itu, panitia membacakan daftar nama-nama Sekda Banggai.

Di dalam daftar nama Sekda kata Fery, tidak tertuang nama Thamrin Saadjad. Padahal almarhum cukup lama menjabat jabatan ‘panglima ASN’ itu. “Sebe (ayah, red) tidak disebut. Padahal beliau menjabat sebagai Sekda hampir 23 tahun,” kata Fery.

Bagi keluarga besar Saadjad, ini merupakan bukti bahwa Pemda begitu cepat melupakan sejarah. Sehingga wajar saja keluarga besar Saadjad kecewa. “Mereka kan ada data. Jadi tidak mungkin lupa. Siapa pertama, kedua dan seterusnya menjabat Sekda Banggai,” kata Fery.

Fery mengaku, Pemda sempat mengklarifikasi kesalahan yang bagi kami sangat fatal tersebut. Akan tetapi, itu tidak serta merta mengobati perasaan kecewa kami.

“Meski sudah sempat diklarifikasi atau diralat pak Alfian, tapi kami tetap kecewa. Berarti konsep awal tidak ada nama Thamrin Saadjad. Saya juga tidak tahu siapa yang konsep daftar nama Sekda itu. Yang jelas Pemda dengan mudahnya melupakan jasa orang tua kami, yang notabene putra Balantak,” kata Fery.

“Kami tidak menuntut penghargaan. Tapi setidaknya harus dihargai jasa almarhum ayah kami,” tambah Tenaga Ahli Fraksi PAN DPRD Banggai ini.

Pada kesempatan itu, Fery sedikit menjelaskan profil ayahnya tersebut. Thamrin Saadjad, BA menjabat Sekda mulai tahun 1964 sampai dengan1986. Selama kurun waktu tersebut ada tujuh Bupati Banggai bersama-sama almarhum. Fery merincikannya, R. Atje Slamet, Dr. F. Simak, Drs. Azis Larekeng, Drs. Eddy Singgih, Drs. Malaga, Joesoef Supardjan dan Drs. HM. Yunus.

“Diantara tahun tersebut beliau pindah ke Palu sekitar 3 tahun. Dan selanjutnya balik lagi ke Luwuk untuk menjabat Sekda lagi,” kata Fery.

 

KLARIFIKASI PEMDA

Asisten II Setdakab Banggai, Alfian Djibran yang dikonfirmasi mengatakan, panitia HUT Kabupaten Banggai sudah mengklarifikasi kesalahan itu. “Sudah diklarifikasi masih di acara. Tanya Rensly kakaknya sudah clear diklarifikasi langsung tadi di acara resmi,” kata Alfian.

“Yang tadi dibicarakan urutan Sekda pertama sampai dengan Sekda terakhir. Tapi tidak dibacakan semua Sekda. Dan yang diklarifikasi Sekda pertama Thamrin Saajad sudah disampaikan di acara resmi klarifikasinya oleh panitia acara resmi,” kata Alfian.

Bagian Humas Pemda Banggai, Indra Kurniawan juga mengaku kesalahan itu telah diklarifikasi pada acara tersebut. “Pak Alfian Djibran sebagai ketua panitia HUT Kabuaten Banggai ke 60 sudah langsung mengklarifikasi di kegiatan tadi. Setelah pembacaan sejarah Kabupaten Banggai oleh pak Damri Dayanun,” kata Indra.

Bahkan sambung Indra, telah disampaikan pula permohonan maaf atas kehilafan itu. “Pak Alfian Djibran sudah memohon maaf dan mengklarifikasi bahwa Thamrin Saajad sebagai Sekda pertama pada saat kegiatan berlangsung,” jelas Indra. *

(yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: