Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan, Irwanto Sebut RSUD Luwuk Bisa Dipidanakan

Irwanto Kulap

Luwuk, LUWUK TIMES— Bayi malang meninggal dalam kandungan yang diduga terkendala biaya di RSUD Luwuk, sontak viral. Kasus itupun mengundang reaksi Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Banggai, Irwanto Kulap. Dia menyebut pihak RSUD Luwuk bisa dipidanakan.

Kepada Luwuk Times Sabtu (20/06/2020), Irwanto mengatakan, rumah sakit pemerintah maupun swasta, tidak bisa menolak pasien. Semua wajib melayani pasien dalam rangka menyelamatkan nyawa manusia.

Dijelaskan Irwanto, di dalam undang-undang kesehatan nomor 36/2009 pasal 32 disampaikan bahwa fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien atau meminta uang muka.

Selanjunya pada undang-undang nomor 36/2014 tentang kesehatan pasal 59 ayat 1 disebutkan, tenaga kesehatan wajib memberikan pertolongan kepada pasien. Apabila regulasi itu diabaikan atau dengan kata lain pihak rumah sakit tidak memberikan pertolongan, maka mereka akan dikenakan sanksi tegas.

Ketentuan itu juga diatur dalam undang-undang kesehatan pasal 190 pimpinan rumah sakit atau tenaga kesehatan yang menolak pasien dalam keadaan darurat bisa dipidanakan dan dikenakan sanksi denda. “Ini adalah landasan regulasi yang sejatinya harus ditaati,” ucap Irwanto.

Anggota Komisi 3 DPRD Banggai ini merasa miris terhadap RSUD Luwuk. Mestinya berkeadilan dan memiliki sifat-sifat kemanusian. Rumah sakit tambah Wanto-sapaannya, pada hakikatnya memberikan pertolongan dan penyelamatan nyawa manusia. Bukan kemudian menjadikan rumah sakit sebagai ajang bisnis.

“Apalagi hanya memberikan pertolongan kepada mereka yang memiliki finansial cukup. Sementara pasien yang miskin selalu diabaikan. Jangan ada perbedaan pelayanan. Apakah pasien itu warga Kabupaten Banggai atau bukan. Karena mereka adalah warga negara Indonesia yang oleh negara dalam konstitusi wajib dilindungi,” kata Irwanto.

Atas nama Fraksi Partai Golkar tegas Irwanto, dirinya meminta kepada pimpinan DPRD untuk mengundang Direktur RSUD Luwuk untuk mempertanyakan kasus tersebut.

“Saya mohon kiranya pimpinan dewan memanggil Direktur Rumah Sakit untuk dapat menanyakan kenapa hal ini bisa terjadi,” kata Irwanto. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: