Bendera PDIP Dibakar, Suprapto: Sama dengan Membakar Marwah dan Harga Diri Partai

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai, Herwin Yatim memimpin rapat menyikapi aksi pembakaran bendera di gedung DPR/MPR, kemarin. (Foto: Istimewa)

Luwuk, LUWUK TIMES— Insiden pembakaran bendera PDI Perjuangan di gedung DPR/MPR memicu reaksi seluruh kader banteng moncong putih di tanah air, tidak terkecuali di daerah ini.
DPC PDIP Kabupaten Banggai langsung menggelar rapat, Jumat (26/06/2020) dengan agenda menyikapi surat perintah Harian Ketua Umum Partai dan Instruksi DPD terkait insiden Pembakaran Bendera tersebut.

“Iya, kami telah menggelar rapat, mengutuk keras sekaligus mendesak aparat kepolisian mengungkap tuntas kasus pembakaran bendera PDIP,” kata Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Banggai, Suprapto kepada Luwuk Times, Sabtu (27/06/2020).

Suprapto yang juga Ketua DPRD Banggai ini mengatakan, PDI Perjuangan adalah partai yang dibangun dengan sejarah yang teramat pahit dan panjang. Mulai dari terbentuknya PNI oleh Bung Karno kemudian menjadi PDI dan PDI Perjuangan.

“Saat ini PDI Perjuangan telah mensublimasi diri menjadi Partai Pelopor yakni Partai modern sekaligus sebagai partai ideologi yang bekerja,” kata Prapto-sapaannya.

PDI Perjuangan sebagai partai berazaskan pancasila yaitu pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu dengan jiwa dan semangat Pancasila 1 Juni 1945 dan mewujudkan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

Bagi kader PDIP, bendera partai adalah panji kebesaran partai yang harus ditempatkan dalam posisi yang semestinya, meski itu hanya selembar kain.

Akan tetapi sambung Prapto, ketika ini diganggu, apalagi dibakar, maka sama halnya membakar marwah dan harga diri partai. Makanya semua Kader PDI Perjuangan di tanah air bahkan pengurus di tingkatan luar negeri pun reaktif dan marah.

Ibu Ketua Umum pun kata Prapto mengeluarkan surat perintah Harian Partai agar semua kader partai siaga terhadap terhadap setiap ancaman dan taat instruksi partai.

Begitu pula DPD Partai Propinsi Sulawesi Tengah telah menyampaikan instruksi untuk melaporkan setiap tindakan dan upaya yang merobohkan marwah dan harga diri partai kepada penegak hukum yakni Kapolri melalui Polres dimasing masing-masing Kabupaten/Kota.

Masih dengan pernyataan Suprapto, insiden merobek bendera partai merupakan upaya memecah belah bangsa dalam situasi Pandemi covid 19. Dan ini menjadi sasaran antara dan memakjulkan Presiden/Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf adalah sebagai sasaran akhir sebagai Pemerintah yang sah dan konstitusional.

Memperhatikan fenomena yang tidak sehat ini, maka DPC PDI Perjuangan, Pengurus Anak Ranting di 298 Desa dan 46 Kelurahan serta semua Anak Ranting disetiap Dusun menyatakan sikap tegak lurus terhadap Perintah Harian Ibu Ketua Ketua Umum PDI Perjuangan untuk Siaga terhadap setiap ancaman yang datang mengganggu stabilitas negara dan marwah perjuangan partai.

Dengan menyampaikan laporan tindakan perobekan Bendera Partai ini kepada Polres Banggai untuk ditindaklanjuti kepada Bapak Kapolri di Jakarta.

Suprapto mengaku tidak akan berkomentar jauh terkait lahirnya RUU Haluan Ideologi Pancasila dari aspek Perundang undangan di DPR. Alasannya itu adalah ranahnya DPR yang telah melalui Balegnas DPR atas dukungan fraksi-fraksi.

“Kalau ada pro kontra itu wajar namanya dinamika dalam sebuah demokrasi. Tapi ketika ada pihak yang mencoba-coba memprovokasi dengan membakar bendera Partai, maka disini penegakan Hukum dalam menjaga stabilitas nasional sedang diuji. Kita lihat saja perkembangannya,” tutup Suprapto. *

 

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: