Menyamar Sebagai Pembeli, Polisi Tangkap Napi Tukang Nyabu

Para Napi Lapas Petopo Palu yang ditangkap polisi diduga menggunakan sabu. (Foto: Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng)


PALU, LUWUKTIMES.com—Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng mengamankan 3 narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Petobo Palu Provinsi Sulteng. Selain 3 Napi tadi juga polisi menahan 1 pegawai Lapas.

Terungkapnya sindikat ini, setelah tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng melakukan penyamaran sebagai pembeli Narkoba pada hari Kamis (23/4/2020) pukul 17:30 wita di jalan Dewi Sartika Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan Kota Palu.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto, SIK dalam rilisnya membenarkan penangkapan para pelaku tersebut.

“Betul tim Ditresnarkoba Polda Sulteng pada hari Kamis (23/4/2020) sore di Jalan Dewi Sartika Palu berhasil mengamankan lima orang yang diduga pelaku penyalahguna Narkoba jenis sabu,” kata Didik.

Mereka adalah sambung dia, berinisial A, H, M, S dan AW. Akan tetapi hasil gelar perkara untuk AW tidak cukup bukti sehingga hanya berstatus sebagai saksi.

Pelaku berinisial A yang berstatus sebagai napi warga binaan lapas Petobo Palu itu sudah menjadi Target Operasi (TO) Tim Ditresnarkoba Polda Sulteng.

Hasil pengembangan juga diamankan pelaku lain dengan inisial H dan M atau teman A yang juga berstatus napi warga binaan lapas Petobo Palu serta inisial S yang merupakan oknum pegawai lapas Petobo.

Dari tangan pelaku telah diamankan barang bukti berupa 2 bungkus bening berisi serbuk putih yg diduga Narkotika jenis sabu yg disimpan oleh tersangka A di dalam jok motor dengan berat 53.3 gram yang merupakan milik S.

Penyidik telah menahan tersangka S di Rutan Polda Sulteng bersama tersangka A, H dan M akan tetapi ketiganya karena statusnya masih napi sehingga untuk sementara penahanannya dipindahkan ke Polda Sulteng untuk mempermudah proses penyidikan.

“Terhadap keempat tersangka dijerat dengan pasal 114(2) , pasal 112(2) jo pasal 132(1) UU no. 35 thn 2009 ttg Narkotika dengan ancaman Hukuman penjara minimal 5 Tahun maksimal 20 tahun dan Pidana denda minimal Rp 1 Milyar dan maksimal Rp 10 Milyar,” tutup Didik. *

(pr/im)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: