King Ameer Hotel Polisikan Media Online, Beni Tamoreka: Kami tak Masuk ke Ranah Politik

Ketua tim pemenangan AT-FM Kabupaten Banggai, H. Beni Tamoreka. (Foto : Istimewa)

Beni Tamoreka

 

Luwuk, LUWUK TIMES.com— Managemen King Ameer Hotel mempolisikan media online Liputan Banggai ke polisi. Upaya hukum itu ditempuh atas pemberitaan yang dinilai merugikan hotel yang menjadi icon di dataran Toili tersebut.

“Yang melakukan tuntutan hukumnya adalah pihak managemen hotel dalam hal ini manager hotel. Karena memberi dampak terhadap pendapatan hotel,” kata pemilik King Ameer Hotel. Beni Tamoreka kepada Luwuk Times.com, Kamis (18/06/2020).

“Saya sebagai pemilik hotel menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada polisi. Silakan polisi mengklarifikasi langsung kepada pihak hotel serta pembuat berita itu,” tambah Beni.

Saat ini kata Beni adalah tahun politik. Ada kemungkinan media online atau penulis berita itu mencoba mengarahkan ke ranah politik. Tapi sambung dia, pihaknya tidak akan menanggapi balik secara politik.

Celah hukumnya sambung Beni ada pada pemasangan foto kamar hotel King Ameer. Sebab gambar atau foto itulah yang menjelaskan isi judul dan redaksinya.

“Celah hukumnya pada pemuatan foto kamar hotel King Ameer. Karena melalui foto itulah penulis beritanya menggambarkan bahwa di hotel kami ada bisnis esek-esek terselubung,” kata Beni.

Tidak sebatas memberi penjelasan tentang upaya hukum yang ditempuh. Kesempatan itu, Beni juga menjelaskan tentang keberadaan hotel yang berada di desa Singkoyo Kecamatan Toili tersebut.

“Sepengetahuan kami, jangankan bilang esek-esek, setitik minuman keras saja tidak dijual,” kata Beni. Selanjutnya, bagi karyawan hotel perempuan, managemen hotel mengharuskan mengenakan hijab. Bahkan pertegas Beni, sejak mulai beroperasinya King Ameer Hotel tahun 2017 lalu, setiap tamu hotel pasangan satu kamar, wajib membawa buku nikah.

“Cuma tidak selamanya para tamu (suami-istri) dapat membawa buku nikah, maka managemen menerapkan aturan membawa KTP dengan alamat yang sama,” jelas saudara kandung kandidat bupati Banggai, Amirudin Tamoreka ini.

Akan tetapi sambung Beni, ketika ada tamu laki-laki yang lebih awal masuk dan selanjutnya lawan jenis masuk di malam hari misalnya, tentu itu sudah diluar dari sepengetahuan pihak hotel.

Sekali lagi Beni menegaskan pihaknya tidak masuk ke dalam ranah politik, sekalipun media online itu mencoba menggiringnya dengan memberi judul ‘Bisnis esek-esek terselubung di hotel Toili, Diduga milik salah satu paslon bupati Banggai’.

Akan tetapi celah hukumnya terletak pada foto kamar hotel King Ameer, yang sengaja dipajang sekaligus memberi penjelasan di atas dalam hal ini judul beritanya. *

Penulis: Sofyan Labolo

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: