Alasan Terhimpit Ekonomi Karena Covid-19, Dua Warga Bobol ATM

Kapolda Sulteng Irjen Pol. Syafril Nursal saat memimpin konferensi pers di Polda Sulteng, Selasa (28/7/2020). (Foto: Bidhumas Polda Sulteng)

Palu, LUWUK TIMES – Himpitan ekonomi akibat pandemi covid-19 menjadi alasan dua pelaku yang sebelumnya berprofesi sebagai eks first line Maintenance PT. SSI ini membobol anjungan tunai mandiri (ATM) di RS Anatura jalan kangkung Palu Barat.

Kejadian pembobolan ATM BRI pada Sabtu (18/7/2020) itu, pelaku membawa lari uang Rp102 juta dengan cara membuka kunci tombak dan kunci biasa pada ATM.

Setelah mendengar adanya kejadian itu, Tim jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng langsung melakukan penyelidikan.

“Berbekal rekaman CCTV dan dalam tempo kurang dari 24 jam, dua pelaku kami berhasil ringkus,” kata Kapolda Sulteng Irjen Pol. Syafril Nursal saat memimpin konferensi pers di Polda Sulteng, Selasa (28/7/2020).

 

Baca juga: Miliki Sabu, Oknum Buruh Diancam Hukuman 20 Tahun Penjara

 

Syafril yang didampingi Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto, Dirreskrimsus Kombes Pol. Eko Sulistiyo Basuki dan Dirreskrimum Kombes Pol. Novia Jaya menerangkan, pelaku W (23 th) dan F (18 th) ditangkap di rumah masing-masing di Kelurahan Baru Kecamatan Palu Barat tanpa ada perlawanan.

“Uang hasil curian belum sempat dibelanjakan, yakni masih utuh sebesar Rp 102 juta. Akan tetapi sudah dibagi-bagi. Pelaku W mendapat Rp 60 juta dan F Rp 42 juta,” jelas Syafril.

Penyidik masih akan mendalami dan mengembangkan pembobolan ATM BRI ini. Tujuannya agar mengetahui standar operasional prosedur (SOP) pengamanan kunci ATM yang dilakukan oleh PT.SSI. Demikian kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku saat ini ditahan di Polda Sulteng. Keduanya dijerat tindak pidana pencurian sebagaimana pasal 363 KUHP subsider pasal 362 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” tutup Syafril. *

 

(pr/yan)

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: